Ini Keluhan Warga Trimulyo, Yang Kampungnya Sepekan Masih Terendam Banjir

Sudah sepekan banjir merendam Kelurahan Trimulyo, Genuk dengan ketinggian selutut orang dewasa, Sabtu (13/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Sudah sepekan Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang masih terendam banjir. Akibatnya banyak aktivitas warga yang terganggu.

Air masih merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Akibatnya banyak benda berharga milik warga yang rusak atau hilang.

Ketua RW II, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Sunaryo mengungkapkan, banjir terparah berada di Jalan Trimulyo RT 2 RW II dengan ketinggian air saat ini sekitar 1 meter.

“Iya masih ada beberapa rumah warga yang terendam air, dan saat ini juga masih mengungsi. Banjir belum juga surut sejak sepekan lalu,” terang Sunaryo.

Dia mengatakan, listrik sempat padam akibat gardu listrik yang terendam air selama 4 hari sejak Sabtu pagi (6/2/2021) sampai Selasa malam (9/2/2021). Sunaryo berharap banjir segera surut, dan warganya bisa beraktivitas secara normal.

“Kalau pompa bisa jalan terus, kemudian tidak ada hujan dan limpasan air dari daerah atas, mungkin dua hari bisa surut,” jelasnya.

Sunaryo menerangkan, untuk bantuan logistik dari makanan dan obat-obatan sudah tersedia dari Pemerintah Kota Semarang.

“Bantuan sudah ada, namun yang lebih kami butuhkan itu obat-obatan untuk gatal-gatal,” terang Sunaryo.

Saat ini beberapa warga Kelurahan Trimulyo masih mengungsi di Masjid Baitul Mannan, Baitul Fath, dan SD Trimulyo 2.

Warga yang mengungsi ini dikarenakan rumahnya masih terendam banjir dan belum bisa ditempati.

“Sekitar 70 orang warga RW 2 masih mengungsi, ada juga yang pulang sekadar membereskan rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lurah Trimulyo, Catarina Hevy Herawati mengungkapkan, ketinggian air yang merendam kampungnya bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 cm. Hal ini menunjukkan secara perlahan debit air mengalami penurunan.

“Kami berusaha memaksimalkan pompa air, di Kelurahan Trimulyo ada lima pompa besar dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, BBWS juga bantu pengadaan satu pompa tapi kecil. Di kolam retensi juga ada satu pompa kecil. Kami juga meminta bantuan Dinas Pekerjaan Umum, dibantu satu pompa kecil. Total pompa ada delapan,” papar Catarina.

Catarina menambahkan, terkait kesehatan masyarakat yang terdampak banjir selama seminggu, menurutnya berjalan dengan lancar. Misalnya pertolongan pertama dalam evakuasi, kemudian pemberian vitamin dan pelayanan kesehatan lainnya.

“Di sini ada Puskesmas Bangetayu dan Genuk, selain itu ada juga dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang yang terjun melayani kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Selain memaksimalkan pelayanan kesehatan, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Bantuan yang telah didistribusikan yaitu, makanan siap makan, kemudian droping bahan makanan ke dapur umum. Kami memiliki empat dapur umum, namun sekarang tinggal dua, karena ketinggian air menurun,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.