Ini Harapan Warga Tambakrejo Sebelum Pindah ke Rumah Deret

Rumah deret yang dibangun Pemkot Semarang untuk menampung warga Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara yang tergusur akibat normalisasi Banjirkanal Timur.

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 97 warga RT 05 RW 16, Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara yang terkena dampak normalisasi Banjirkanal Timur (BKT), saat ini sudah menerima kunci rumah untuk menempati rumah deret yang dibangun Pemerintah Kota Semarang.

Dari pantauan, warga yang menempati bedeng persis di bawah jembatan Arteri Yos Sudarso ini, nampak tengah mempersiapkan diri untuk pindah ke rumah deret yang dibangun oleh Pemkot Semarang.

Mereka membersihkan sisa-sia bangunan, atau melakukan perbaikan swadaya sebelum benar-benar pindah dari bedeng yang ditinggali kurang lebih hampir dua tahunan ini.

- Advertisement -

“Kemarin kami sudah terima kunci, tapi belum pindah. Masih membersihkan rumah, biar lebih nyaman untuk ditempati. Intinya lebih baik dari pada kita tinggal di bedeng,” kata Samsul Huda, warga Tambakrejo, Minggu (31/2/2021).

Pria yang menempati rumah bernomor D03 ini menjelaskan, perbaikan dilakukan swadaya oleh warga agar lebih nyaman ditinggali. Samsul mengaku ada lantai yang retak, serta tembok yang terlihat berlubang, sementara ia tambal menggunakan semen.

“Ini swadaya, biar lebih nyaman. Kalau punya rejeki ya nanti bisa dipasang keramik atau dihaluskan lagi untuk lantainya,” ujarnya.

Dia mengaku bersyukur bisa mendapatkan rumah deret tersebut, karena letaknya tak jauh dari pinggiran BKT tempat kapal yang ia gunakan bersandar. Untuk sistem tinggal, informasi yang dia terima saat ini masih digratiskan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi selama setahun. Setelahnya akan diberlakukan sistem sewa.

“Lebih dekat kalau melaut, kalau jujur sih masih harus ada tambahan misalnya saluran air, di belakang rumah ini belum ada saluran air. Takutnya nanti ngecembeng. Untuk sistem sewa setelah setahun saya manut asal tidak memberatkan,” paparnya.

Sementara itu, Rohmadi tokoh warga Tambakrejo menjelaskan, warga sangat bersyukur bisa diizinkan menempati terlebih dahulu meskipun belum diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Pirhadi. Total ada 97 warga terdampak yang kini bersiap menempati rumah deret ini.

“Kemarin sudah serah terima kunci, ya kalau langsung menempati bisa. Tapi mayoritas melakukan finishing secara swadaya. Kalau total ada 97 kepala keluarga,” katanya.

Dari sisi fasilitas, pria yang menjabat sebagai ketua RT ini menjelaskan, masih ada kekurangan berupa akses jalan menuju ke rumah deret. Selain itu juga belum ada akses saluran pembuangan air rumah tangga dari rumah-rumah warga, penerangan jalan dan musala.

“Listrik dan PDAM sudah ada, tapi airnya belum ngalir. Kalau akses jalan, katanya mau dipaving. Kita juga butuh penerangan jalan,” tambahnya.

Menurutnya, meskipun sudah ada omongan lisan ke depan akan dikenakan sistem sewa, sampai saat ini belum ada informasi besaran sewa rumah deret ini. Namun selama setahun, sengaja digratiskan oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Untuk peresmian, masih menunggu kabar dari Pemerintah Kota Semarang, rencananya akan diadakan acara syukuran kecil-kecilan, sebagai wujud rasa syukur bisa menempati rumah yang layak setelah menempati rumah bedeng selama kurang lebih dua tahun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali menjelaskan, ada 97 keluarga yang menerima kunci dan sudah bisa menempati rumah tersebut pada Kamis (28/1/2021).

Untuk sementara selama setahun, Pemkot Semarang memberikan kebijakan mengratiskan rumah deret kepada warga.

“Sistemnya nanti sewa, tapi masih kami godok agar masyarakat tidak keberatan. Dalam waktu dekat ini akan kami beri kabar,” ujarnya.

Ali mempersilakan apabila warga hendak menambahi ruangan di belakang bangunan, atau melakukan perbaikan rumah.

Namun harapannya, untuk penambahan ruangan bisa diseragamkan dengan yang lain agar tidak terkesan kumuh. Selain itu, pihaknya juga sudah menyediakan saluran listrik dan jaringan air PDAM. Nantinya, biaya listrik dan air menjadi tanggung jawab pengguna rumah.

“Nanti setelah ada peresmian boleh kalau mau ditambah ruangan, intinya adalah masyarakat bisa masuk dulu. Peresmiannya belum tahu kapan karena masih dalam PPKM perpanjangan,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.