Ini Dia Lima Tren Yang Digemari Pencari Prakerja

 

HALO SEMARANG – Dari hasil pendataan yang dilakukan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, terdapat lima tren pelatihan yang digemari penerima program tersebut.

Lima jenis pelatihan itu adalah penjualan dan pemasaran, manajemen, gaya hidup, bahasa asing, serta produksi makanan dan minuman.

“Itu lima tren pelatihan yang digemari penerima Program Kartu Prakerja di Jateng,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, dalam acara Diseminasi “Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Kartu Prakerja”, di Hotel Gumaya Kota Semarang, Kamis (10/12).

Dia mengatakan, hingga 2 Desember, jumlah penerima program Kartu Prakerja di Jawa Tengah, mencapai 507.341 orang. Adapun total insentif yang tersalurkan sebesar Rp 731 miliar.

“Dari data registrasi di situs ada 1.891.101 (orang) pendaftar, dan yang lolos verifikasi email serta berkas yang lain sekitar 1.842.865 (orang). Sedangkan yang mendapat SK penerima 507.341 orang,” ujar Denni Puspa.

Dia juga mengatakan bahwa telah melakukan survei dan evaluasi, per 5 Agustus – 30 November 2020, dengan hasil  penerima program Kartu Prakerja di Jawa Tengah telah tepat sasaran.

Dari hasil survey, 82 persen pelaku usaha dan pekerja informal, 96 persen pengusaha dibantu karyawan sebanyak 1-4 orang, 63 persen mengalami penurunan pendapatan akibat Covid-19, 89 persen khawatir makan lebih sedikit karena penurunan pendapatan, 39 persen menganggur pada Februari 2020 namun telah bekerja/ berwirausaha/ dan lainnya.

“Dan 85 persen peserta belum pernah mendapatkan pelatihan khusus sebelumnya. Dari hasil survei dan evaluasi penerima program Kartu Prakerja di jateng sudah tepat sasaran,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan  sampai saat ini sudah ada yang memanfaatkan program Kartu Prakerja. Meskipun tidak memungkiri ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan bagaimana cara mengaksesnya, dan apakah program tersebut efektif.

“Ini momentum yang bagus. Sudah ada beberapa orang yang memanfaatkan program Kartu Prakerja. Mereka dilatih dan mulai bekerja. Saya berpikir positif saja, kalau ini sudah bergulir, ini kita butuh melakukan improvement dan merasakan,” tuturnya.

Gubernur juga meminta supaya program tersebut dapat berjalan secara optimal. Sebab, program Kartu Prakerja merupakan upaya pemerintah untuk melatih dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Kartu Prakerja bisa menjadi fasilitas untuk mereka dalam meraih rencana kehidupan yang lebih baik,” tambah Ganjar.

Penerima Program Kartu Prakerja asal Wonosobo Hastin Hasnawati mengatakan, ia mendaftar sebagai peserta lantaran ingin mendapatkan modal dan kemampuannya untuk membuka usaha.

“Karena saya pendapatannya pas-pasan dan ingin banget mendapat penghasilan, kan perlu modal dan ilmunya. Akhirnya saya mencoba ikut mendaftar program Kartu Prakerja lewat website,”  katanya.

Menurut Hastin, sejak tiga bulan mengikuti program tersebut, ia mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman.

“Ada banyak pelatihan bikin skenario, desain grafis, masak dan lain-lain. Kalau saya ikut di pemasaran. Dan sekarang saya punya usaha penjualan suplemen kesehatan,” tandasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.