in

Ini Alasan IMI Jateng Tolak MXGP 2019 Digelar di Kota Semarang

Ilustrasi

 

HALO SEMARANG – Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng tidak merekomendasikan gelaran kejuaraan balap Motocross bertaraf Internasional MXGP kembali digelar di Kota Semarang. Hal ini mengingat, MXGP Motorcross Grand of Indonesia Seri Semarang yang dilaksanakan di Mijen tahun 2018 lalu, masih menyisakan masalah.

“Kami mendukung gelaran MXGP di Indonesia, akan tetapi IMI Jateng tidak merekomendasikan pelaksanaan gelaran tersebut di Jawa Tengah,” kata Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Jateng, Kadarusman, kepada awak media di kantor IMI Jateng, Kamis (14/3/2019).

Lebih lanjut, Kadarusman mengungkapkan, alasan IMI Jateng tidak memberikan rekomendasi untuk gelaran kejuaraan balap motocross bertaraf Internasional MXGP 2019 kembali digelar di Kota Semarang dikarenakan, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) MXGP 2018 lalu sebesar Rp 18 miliar yang merupakan dana hibah Pemerintah Kota Semarang hingga saat ini belum diselesaikan oleh PT Arena Sirkuit Internasional (ASI).

“Hingga saat ini, pihak EO PT Arena Sirkuit Internasional belum memberikan laporan pertanggung jawaban (LPJ). Padahal penyelenggaraan MXGP 2018 sudah dilaksanakan 7-8 Juli 2018, sementara batas waktu LPJ seharusnya akhir tahun 2018 lalu. Namun entah kenapa sampai saat ini LPJ juga belum diserahkan kepada IMI Jateng, sehingga IMI Jateng juga belum bisa menyerahkan LPJ ke Pemerintah Kota Semarang sebagai laporan pelaksanaan atas dana hibah tersebut,” jelasnya.

Kadarusman mengakui sudah ada penyerahan sebagian LPJ dari PT ASI melalui direktur utamanya Judiarto Tjitrasmoro pada 27 Desember 2018 lalu. Namun dari hasil verifikasi internal pihak IMI Jateng, diketahui banyak sekali kejanggalan. Bahkan ada belasan miliar rupiah penggunaan anggaran yang tidak disertai bukti kuitansi.

Namun demikian, lanjut Kadarusman, IMI Jateng bisa memberikan rekomendasi untuk gelaran MXGP 2019, dengan syarat pihak EO secepatnya menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), sehingga LPJ tersebut dapat dilaporkan IMI Jateng ke Pemerintah Kota Semarang.

“Dan untuk gelaran MXGP 2019 ini jangan menggunakan EO yang sama yakni PT Arena Sirkuit Internasional (ASI), karena sudah wanprestasi,” tegasnya.

Sebelumnya disampaikan, Pemerintah Kota Seamrang berencana kembali menggelar event internasional MXGP 2019. Menurut rencana gelaran tersebut akan diselenggarakan pada bulan Juli 2019 mendatang dengan anggaran dari APBD Kota Semarang mencapai Rp 12 miliar.

Sementara di tempat terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, pihaknya menarik event MXGP itu ke Semarang untuk mengangkat Kota Semarang. Jika MXGP harus dipindah ke daerah lain, betapa itu sangat merugikan kota dari sisi pariwisata dan perhotelan. “Sekali lagi niat kami hanya ingin meramaikan Semarang dari turis dan wisatawan. Kalau kemudian teman-teman ada yang tidak mendukung, ya gimana lagi? Kan semua perlu dukungan semua pihak,” tandasnya.(HS)

Gol Pertama Heru Bersama PSIS, Jadi Motivasi untuk Terus Bermain Baik

Wali Kota Semarang Dorong Pajak Sektor Wisata