Ini Alasan Banur Hengkang dari PSIS

Bambang Nurdiansyah (foto dokumen Instagram @psisfcofficial).

 

 

HALO SEMARANG – Bambang Nurdiansyah membeberkan alasannya meninggalkan PSIS setelah berakhirnya Liga 1 musim 2019. Pria yang akrab disapa Banur itu tak lagi menjadi peracik taktik PSIS setelah Manajemen PSIS mengangkat Dragan Djukanovic sebagai pelatih kepala untuk kompetisi Liga 1 2020.

Dragan merupakan Direktur Teknik PSIS semasa Banur menjadi pelatih. Dragan datang ke PSIS di penghujung kompetisi Liga 1 2019.
Namun usai kompetisi Liga 1 2019 berakhir, Manajemen PSIS mengangkat Dragan sebagai pelatih dan menukar posisi direktur teknik untuk Banur. Awalnya Banur menyetujui tawaran itu.

“Awalnya saya bersedia untuk kebaikan PSIS,” kata Banur saat dihubungi, Jumat (3/1/2020).

Banur mengira, dia hanya bertukar posisi dengan Dragan. Menurutnya, sistem kerja akan sama seperti ketika dia menjadi pelatih dan Dragan masih menjabat sebagai Direktur Teknik PSIS. Saat itu, sebagai direktur teknik, Dragan dapat duduk di banch pemain ketika pertandingan.

Namun, setelah Dragan menjabat pelatih, ternyata dia membawa asisten dari luar, yang belun dia ketahui. Hal tersebut membuat Banur merasa tak memiliki kontribusi untuk PSIS jika tetap berada di posisi Direktur Teknik PSIS.
“Kalau posisinya begitu, posisi direktur teknik hanya nama doang, tidak ada pekerjaan,” ucap dia.

Banur akhirnya tak menyetujui tawaran menjadi Direktur Teknik PSIS lantaran tak memiliki ruang untuk berkontribusi. Meskipun, dia mengaku manajemen PSIS menawarkan kenaikan gaji untuk dirinya. “Saya makan gaji buta dong,” sebutnya.

Banur mengaku, karena merasa tidak nyaman, maka dia lebih memilih hengkang ke klub lain agar dapat membagi ilmu bermain sepak bola untuk anak asuhnya. Opsi itu akhirnya dia pilih setelah sempat setuju menjadi direktur teknik tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Setelah resmi tak terikat dengan PSIS, Banur mengaku didekati sejumlah klub. Banur mengatakan, klub dari Liga 1 dan Liga 2 tengah melakukan negosiasi untuk mendapatkan servisnya. “Masih nego, tidak bisa saya sebutkan,” kata Banur.

Kini Banur tengah fokus menentukan klub yang bakal ia tukangi di kompetisi tahun ini. “Datang dan pergi di sepak bola hal yang biasa. Di luar negeri juga seperti itu,” tutur dia.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.