Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Ingin Wujudkan Listrik Gratis bagi Masyarakat, Pemkot Semarang Uji Coba Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

 

HALO SEMARANG – Setelah sukses menjalankan program berobat gratis, sekolah gratis, hingga wisata gratis dengan menyediakan tiga bus double decker, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kini berupaya keras untuk dapat mewujudkan mimpinya memberikan listrik gratis untuk masyarakat.
Sejumlah metode dikaji untuk mematangkan rencananya membangun pembangkit listrik dengan tenaga matahari, air, dan angin. Rencananya direspon positif oleh sejumlah pihak, termasuk dari kalangan akademisi yang kemudian menjadi mitra strategis Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, dalam merealisasikan mimpinya.

Mendapat titik terang, Hendi pun akhirnya berhasil membangun project listrik gratis pertamanya dengan menggunakan tenaga angin di Mangunharjo, Tugu, Kota Semarang. Memanfaatkan anggaran Pemerintah Kota Semarang sekitar Rp 490 juga, untuk penelitian dan pembangunan, sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Angin berhasil dibangun untuk menghasilkan tekhnologi listrik sebesar 4 Kilo Watt.

Adapun listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tersebut akan dialirkan untuk keperluan aktivitas SD dan PAUD yang ada di sekitarnya.

“Setidaknya telah ada tiga gedung yang saat ini mulai merintis pengunaan energi dari pembangkit listrik tenaga angin tersebut,” kata Hendi, Sabtu (19/10/2019).

Hendi sebagai inisiator program listrik gratis Kota Semarang menuturkan, pembangkit listrik tenaga angin yang telah ada tersebut masih bersifat uji coba. Jika sistem telah teruji dapat berjalan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan untuk bisa diaplikasi pada lingkungan permukiman.

“Kami terus lakukan penelitian beberapa metode pembangkit listrik, yang ini dengan tenaga angin. Tidak lama lagi juga ada tenaga surya dan micro hydro yang diuji cobakan,” terang Hendi.

“Targetnya kalau sudah berjalan dengan lancar, secara bertahap akan kami manfaatkan untuk keperluan sekolah, perkantoran, sampai permukiman,” tambahnya.

Di sisi lain, Hendi juga mengungkapkan, pihaknya menghadapi banyak tantangan dalam merealisasikan program listrik gratis tersebut. “Salah satu contohnya misal terkait pembangkit listrik yang ini, idealnya digerakkan angin dengan kekuatan 9 m/s, tapi kami cek di Kota Semarang anginnya selalu di bawah 4 m/s,” cerita Hendi.

“Alhamdulillah kami ketemu dengan sedulur-sedulur dari Polines, punya tekhnologi pembangkit listrik tenaga angin yang dapat menangkap angin dengan kekuatan rendah, maka berdirilah pembangkit listrik di Mangunharjo, Tugu ini,” jelasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang