Ingin Sepak Bola “Bersih”, Askot PSSI Kota Semarang Dukung Antasari Azhar jadi Ketua PSSI

Ketua Askot PSSI Kota Semarang, Supriyadi saat dimintai keterangan oleh wartawan.

 

HALO SEMARANG – Nama mantan pimpinan KPK, Antasari Azhar muncul sebagai salah satu bakal calon ketua PSSI. Hal itu setelah Supriyadi, Ketua Askot PSSI Kota Semarang mencalonkan nama Antasari Azhar sebagai calon ketua PSSI dalam petisi melalui change.org. Dukungan secara terbuka dilempar Supriyadi untuk mengajak 100 orang menandatangani dukungan pembersihan lembaga dengan mengajak mendukung Antasari.

“Saya mendukung Antasari Azhar menjadi ketua umum PSSI, mengingat kondisi kepengurusan PSSI saat ini tampak carut marut. Dengan pengalamannya sebagai pimpinan KPK, serta memahami masalah sepak bola, kami berharap Antasari Azhar juga bisa membersihkan sepak bola Indonesia dari mafia dan persoalan korupsi lainnya. Untuk itu, dalam Konfrensi Luar Biara (KLB) yang akan digelar pada bulan Juli, saya berharap ada pemilihan Ketua Umum PSSI,” ungkapnya, Minggu (9/6/2019).

Terkait alasan Askot PSSI Semarang memilih mantan Ketua KPK itu juga secara terbuka disampaikan Supriyadi. Salah satunya, Supriyadi menilai tidak ada figur lain yang cocok memimpin PSSI ke depan. Apalagi beberapa nama yang sempat muncul seperti Erick Tohir dan Basuki Tjahaja Purnama ternyata tidak jadi maju dalam pemilihan ketua PSSI.

“Adapun alasannya mendorong Antasari Azhar sebagai ketua umum karena menurut saya Antasari ini terkenal dengan sosok yang bersih, tegas, dan tidak mencla mencle,” imbuhnya.

Dia menilai kondisi kepengurusan PSSI saat ini tampak carut marut.
“Ini organisasi salah urus karena sudah dikuasai oleh kepanjangan tangan mafia,” kata pria yang juga ketua DPRD Kota Semarang itu. “Persoalan Antasari pernah masuk penjara itu bukan persoalan korupsi, nepotisme, atau suap, tetapi adalah upaya pembungkaman terhadap kinerja Antasari waktu di KPK,” urainya.

Supriyadi mengajak seluruh voters PSSI satu suara untuk memilih Antasari Azhar sebagai Ketua Umum PSSI.
“Jangan ada yang lain, karena kalau bukan sekarang kapan lagi sepak bola Indonesia bersih dan meraih prestasi,” tuturnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.