Ingin Pastikan Keselamatan Pemainnya di Tengah Pandemi, PSIS Siapkan Asuransi Kesehatan

Para pemain PSIS saat mengikuti sesi latihan di stadion Citarum beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Untuk melindungi pemainnya karena harus melanjutkan kompetisi di tengah pandemi, PSIS sedang mencari kerja sama dengan asuransi kesehatan.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu persiapan PSIS menghadapi lanjutan kompetisi Liga 1 2020 pada Oktober mendatang.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan, manajemen tim ibu kota Jawa Tengah ini sedang mencari perusahaan asuransi yang berani menjamin dan menanggung pembiayaan kesehatan, terutama di tengah pandemi corona.

Terutama bila saat berkumpul nanti, ada pemain yang terindikasi terpapar virus yang sedang menghebohkan dunia tersebut.

Persoalannya, kata Yoyok, pihaknya mencari perusahaan asuransi yang berani mengasuransi bila ada pemain atau official tim yang sakit, pelayanan fasilitas kesehatannya harus kelas satu.

“Manajemen, pemain sepakat ada jaminan kesehatan. Kalau pemain tertular corona, perawatan gratis memang ada di rumah sakit daerah (RSUD). Tapi kalau pemain sepak bola profesional, tentu tak mau ditangani di sana. Pasti mintanya mandiri, ruangan kelas satu, dan rumah sakit swasta yang bagus. Kami hitung sehari mencapai Rp 20 juta,” kata Yoyok, Jumat (3/7/2020).

Pria yang juga berstatus anggota komisi X DPR RI tersebut menyebut, untuk pembiayaan layanan kesehatan bisa mencapai Rp 280 juta dalam kurun waktu 14 hari menjalani rawat inap di rumah sakit dengan kamar kelas satu.

“Kalau dibebankan ke klub tentu tidak mampu. Karena Covid-19 itu paling cepat sembuhnya dua pekan termasuk karantina. Berarti sudah Rp 280 juta untuk karantina dua pekan. Kan lebih mahal dari kontrak pemainnya,” jelas Yoyok.

“Makanya kami sedang mencari asuransi kesehatan dengan situasi pandemi ini dan dengan skema sesuai keinginan. Sampai hari ini, baru ada pembicaraan tapi belum ada yang mau. Itu yang paling sulit,” tambahnya.

Persiapan penting lain yang musti disiapkan PSIS jelang lanjutan kompetisi Liga 1, yaitu permasalahan home base.
CEO PSIS, Yotok Sukawi menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan Stadion Citarum sebagai homebase.

Bahkan menurut Yoyok, saat ini stadion berumput sintetis itu sudah diberi peningkatan standar untuk lampu dan sejumlah fasilitas penunjang di area stadion.

“Untuk homebase, Stadion Citarum yang kami siapkan. Lampu kami upgrade, ruang ganti semuanya kami buat standar Liga 1. Kami sudah sepakat kalau main lagi, kami akan pilih Citarum, entah dengan atau tanpa penonton,” tegas Yoyok.

“Karena kami tidak mampu bermain di luar Semarang. Tentu saja protokolnya juga akan sulit. Kalau main di Magelang tentu sulit, di Kendal perizinan belum tentu dapat. Makanya kami fokus ke Semarang. Nah itu beberapa hal yang harus kami siapkan menghadapi Liga 1,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.