Ingin Manjakan Selera Pelanggan, Angkringan Doeljo Sajikan Nasi Kucing Bungkus Daun Jati

Angkringan Doeljo yang berlokasi di Jalan Kedungmundu Lama nomor 1B Tandang, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Angkringan pada umumnya menyajikan makanan nasi dengan lauk dengan dibungkus kertas atau daun pisang.

Namun tidak demikian di Angkringan Doeljo, menu nasi dibungkus daun jati sehingga aroma nasinya lebih sedap saat disantap.

Angkringan Doeljo yang berlokasi di Jalan Kedungmundu Lama nomor 1B Tandang, Semarang, tepatnya di teras Kantor Hasanah Tour & Travel Semarang ini memang menyajikan berbagai macam menu, seperti nasi geprek, nasi teri, nasi goreng, nasi peda dan lainnya. Yang semua menunya dibungkus dengan daun jati.

“Angkringan ini beda dengan lainnya. Karena, semua menu nasi dibungkus daun jati, sehingga rasanya lebih sedap dibanding dibungkus kertas,” ujar Rita Rhoy Kana, pemilik Angkringan Doljo kepada halosemarang.id, Jumat malam (6/11/2020).

Menu andalan lain yang disajikan adalah sate-satean. Terdapat sekitar lima jenis sate di antaranya sate bakso, sate ati, sate usus yang tersedia di angkringan ini. Dan semua jenis makanan di sana dijamin halal.

Tidak hanya sate, sejumlah gorengan seperti mendoan, tahu, bakwan dan lainnya juga tersedia, sebagai penguat identitas kucingan.

“Selain berbagai minuman seperti wedang jahe, kopi, teh dan lainnyaa, kami juga juga sediakan jadah bakar dan intip ketan sebagai menu tambahan,” tuturnya.

Di atas gerobak angkringan, berbagai macam menu disajikan bagi pengunjung. Mereka yang datang bisa langsung memilih menu dan bisa memesan untuk dibakar di tempat.

Kebanyakan para pengunjung memesan menu yang dibungkus daun jati dan sejumlah sate, serta gorengan untuk dibakar sehingga mengeluarkan aroma khas.

Angkringan Doljo menyediakan sejumlah meja bangku dan lesehan bagi pengunjung untuk menyantap makanan.

Menurut Rita, menu yang disajikan, memiliki diferensiasi (perbedaan), sehingga mampu menarik konsumen berbagai kalangan.

Selain itu lanjutnya, harga makanan sangat terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.

“Kami menyasar segmen masyarakat umum, baik keluarga, remaja, orang tua dan lainnya. Dan harga sangat terjangkau, seperti nasi yang di bungkus daun jati hanya Rp 3.500 per bungkus, sate antara Rp 2000 – Rp 3.500,” katanya.

Angkringan Doljo yang memiliki tagline “Dolan, Mangan lan Kekancan” ini juga menyediakan sejumlah mainan yang kini hampir punah yaitu dakon. Selain itu, ada catur, karambol disediakan bagi pengunjung.

“Selain mengangkat menu makanan dibungkus daun jati yang dulu pernah menjadi tradisi orang janan dulu, kami juga mengangkat dolanan jowo (Doeljo) seperti dakon,” tuturnya.

Rita menambahkan suplay menu makanan angkringan, dirinya memberdayakan pelaku usaha kecil di sekitar wilayah Kedungmundu.

“Kami mengambil produk makanan ini dari home industri atau pelaku usaha kecil di sekitar sini. Kami berdayakan mereka di tengah pandemi. Ini sebagai sarana untuk tetap bertahan dan jadi pemenang di tengah pandemi,” tuturnya.

Di masa pandemi, Angkringan Doljo tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan.

“Selama masa pandemi ini, kami buka mulai jam 5 sore hingga maksimal jam 10 malam. Ini sesuai aturan pemerintah terkait jam operasiinal selama pandemi,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.