in

Ingin Makan Tapi Masih Panas, Masukkan Saja ke “De Essensbox”, Karya Siswa MAN 1 Surakarta

Tiga siswa MAN 1 Surakarta, yakni Tiara Vania Wijaya, Fitria Nur Ramadhani, dan Mufti Muammarul Haq, dengan robot penyimpan sekaligus penurun suhu makanan karya mereka. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, yakni Tiara Vania Wijaya, Fitria Nur Ramadhani, dan Mufti Muammarul Haq, menciptakan robot penurun suhu makanan.

Ketiga siswa dari program Boarding School Sains Riset itu, menamai alat yang mereka rancang dalam bahasa Jerman “Die Essensbox”, artinya berarti “Kotak Makanan”.

Mufti Muammarul Haq menuturkan, prinsip kerja kotak makanan unik karya para siswa MAN 1 Surakarta ini, adalah dapat mendeteksi panas yang masuk ke kotak, dan kemudian menurunkan suhunya.

Dalam alat ini terdapat sejumlah komponen, di antaranya sensor DHT 11 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban, mini cooling fan, LED merah, hijau, kuning untuk notifikasi, mikrokontroler Arduino Uno, dan adaptor untuk mengubah arus AC PLN menjadi DC.

Cara kerja robot ini, lanjut Muammarul, ketika ada makanan atau minuman panas dimasukkan ke “Die Essensbox”, sensor DHT 11 akan segera mendeteksi dan kemudian mengirimkan datanya ke Arduino Uno.

Mikrokontroler tersebut akan akan memerintahkan cooling fan untuk berputar sehingga suhu akan menurun, data suhu akan terpantau di LCD.

“Ketika suhunya masih panas, LED merah akan menyala. Ketika suhu hangat, LED hijau menyala. Setelah suhunya normal atau sama dengan suhu ruangan, LED biru akan menyala. Data kelembaban juga bisa diamati pada layar LCD, sebagai deteksi awal adanya mikroba yang mengontaminasi makanan,” kata dia, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Menurut Muammarul, pengguna bebas untuk memilih menyantap makanan pada keadaan hangat atau normal. “Sehingga bisa dikatakan “Die Essensbox” adalah robot yang mampu menurunkan suhu makanan yang baru saja diolah dalam waktu cepat untuk siap dikonsumsi,” urai Muammarul.

Menurut pembina robotik MAN 1 Surakarta, Prihantoro Eko Sulistyo, tujuan utama robot ini adalah meminimalisasi kebiasaan buruk, meniup makanan panas agar siap dimakan. Karena dengan meniup makanan, dapat membahayakan kesehatan.

“Apalagi saat ini masih pandemi Covid-19, tentu kebiasaan ini sangat tidak dianjurkan, karena bisa saja droplet jatuh ke dalam makanan,” ujar Prihantoro, di Surakarta.

Ditambahkan Prihantoro, robot ini diikutkan dalam lomba “ASEAN Robotic Day” yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 28 Jakarta, dan meraih juara ketiga. Event dua tahunan ini diikuti oleh peserta dari negara-negara ASEAN.

MAN 1 Surakarta mengirimkan tim bernama Lusavor. Menurut salah satu anggota tim, Mufti Muammarul Haq, proses lomba dibagi menjadi dua babak, yaitu: Paper Test yang dilaksanakan pada 21 September 2021 dan babak presentasi tanggal 22 September 2021.

“Seluruh rangkaian lomba dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Dalam kesempatan ini, MAN 1 Surakarta mengikuti kategori Creative Senior,” kata siswa kelas 11 IPA 1 Boarding School Sains Riset ini.

Kepala MAN 1 Surakarta, Slamet Budiyono mengapresiasi prestasi para siswanya. Dia pun mengungkapkan rasa bangga, karena siswa dan siswinya mampu berprestasi bidang robotik secara nasional.

“Apalagi kreasi dan inovasi yang dibuat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sebelumnya siswa kami juga menciptakan robot pembantu apoteker yang diberi nama De Pharmacist. Hal ini menunjukkan bahwa semangat berkreasi dan berinovasi masih tetap ada walaupun situasi pandemi. Semoga apa yang dihasilkan siswa siswi kami bisa membawa manfaat bagi masyarakat luas,” kata Slamet Budiyono. (HS-08)

Share This

Bocah Tiga Tahun Hilang Terbawa Arus Selokan Saat Bermain Hujan-Hujanan

Menag Apresiasi Gedung Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo