in

Ingin Jadi Bali Baru, Pedagang di Kawasan Candi Borobudur Akan Ditata Ulang

Suasana Seminar Menyulap Borobudur jadi Bali Baru di aula kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (31/7/2019).

 

HALO SEMARANG – Sekitar 400 pedagang yang berada di dalam kawasan Candi Borobudur, Magelang akan ditata kembali.

Mereka yang selama ini berjualan di sepanjang jalan keluar candi tersebut, akan ditempatkan di lokasi khusus pedagang. Pasalnya, ke depan bangunan candi yang merupakan bangunan heritage tersebut akan disterilkan dari pedagang, terutama di zona I.

Hal tersebut disampaikan Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Borobudur (BOB), Agustin Peranginangin, saat menjadi salah satu narasumber seminar dengan tema “Menyulap Borobudur jadi Bali Baru” di aula kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (31/7/2019).

Ditambahkan, nantinya para pedagang akan direlokasi dari yang sebelumnya berjualan di dalam ke sebuah tempat di lapangan Pujon.

“Kami ingin menatanya. Sedangkan untuk desain penataan tersebut sudah ada, dari PT Taman Wisata Candi (TWC) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dan desain tersebut sudah dua kali direvisi dari Pemkab Magelang, tetapi memang masih belum sampai pada finalisasi. Karena masih mempertimbangkan aturan Perpres no 58 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan sekitarnya, yang aturannya cukup ketat,” ujarnya.

Untuk melakukan penataan dan perbaikan, lanjut dia, dalam hal ini tentu semua pihak harus dilibatkan bersama-sama.

“Apalagi kami punya ekspektasi yang besar, sehingga butuh waktu bertahap. Sekarang sudah ada perbaikan seperti tiket elektronik, kendaraan listrik di dalam. Dan yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana bisa menyakinkan pedagang untuk bisa pindah, tapi pedagang tidak dirugikan,” terangnya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, untuk menjadikan Borobudur makin dikenal wisatawan, pemprov akan membuat berbagai event berskala internasional. Seperti Borobudur Marathon pada bulan Oktober 2019. Nantinya, kegiatan ini sebagai sport turism.

“Di mana orang berlari disuguhi tari- tarian dan kuliner khas. Sehingga orang makin mengetahui budaya, kuliner, dan seni daerah lokal. Beberapa daerah sekitar Mungkid, juga akan dijadikan wisata kebun buah lokal, untuk menghidupkan sejarah bukit Menoreh,” imbuhnya.

Dikatakan Sri Puryono, nantinya tiga kabupaten, yaitu Kulon Progo, Magelang dan Purworejo akan didorong untuk jadi daerah penopang pengembangan Kawasan Borobudur dan sekitarnya.

Apalagi saat ini Kulon Progo dan Purworejo menjadi pintu masuk wisatawan setelah adanya bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Jika dibangun entrance atau pintu masuk dari tiga kabupaten itu, bisa sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi, yang memiliki potensi sumber pendapatan.(HS)

Per-1 Agustus, PT Pelni Berlakukan Penjualan Tiket One Man One Seat

1.200 Umat Gereja Santo Petrus Krisologus BSB Ikuti Jalan Sehat ‘Menyenangkan, Rukun, dan Bersaudara’