in

Ingatkan Indonesia Bangsa yang Luhur, Prabowo : Tidak Boleh Adu Domba

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, dalam kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung, Kamis (8/2/2023), dihadiri puluhan ribu penduku serta simpatisan. (Foto : TKN Prabowo Gibran)

 

HALO SEMARANG – Capres nomor urut dua Prabowo Subianto mengingatkan untuk tidak saling mengejek dan adu domba, karena Indonesia merupakan bangsa yang berbudi luhur.

“Marilah kita sebagai bangsa yang berbudi luhur. Jangan suka menjelek-jelekan orang lain apalagi pemimpin kita,” kata Prabowo, dalam kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung, Kamis (8/2/2023), yang dihadiri puluhan ribu pendukung serta simpatisan.

Ia pun mengajak para warga untuk berterima kasih dan menghormati para presiden yang pernah memimpin sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.

“Saya selalu mengajak mari kita berterima kasih kita hormati Bung Karno, kita hormati Pak Harto, Pak Habibie; Gus Dur; Bu Megawati; Pak SBY; kita hormati Pak Jokowi,” kata Prabowo.

Selain bangsa berbudi luhur, dia mengatakan bahwa Indonesia juga menjunjung nilai-nilai kerukunan, yang melarang saling menghina, memfitnah, atau saling adu domba.

“Saudara-saudara sekalian, ustad-ustad, kyai-kiyai kita, pemimpin-pemimpin kita mengajarkan tidak boleh menjelekkan orang lain, tidak boleh menghina orang lain, tidak boleh memfitnah orang lain, tidak boleh adu domba,” lanjut dia.

Prabowo pun bertanya kepada masyarakat apakah mereka lebih memilih pemimpin yang rukun atau tidak. Serentak mereka menjawab “rukun”.

Selain itu, ia juga bertanya apakah mereka menonton debat capres pamungkas yang di selenggarakan KPU di JCC Senayan pada beberapa waktu lalu. Mereka lantas menjawab “lihat”.

“Jadi saudara-saudara saya katakan, saya dan Mas Gibran, kami dalam debat terakhir, saudara-saudara liat atau tidak debat terakhir?” tanya Prabowo.

“Lihat!” sahut para warga.

Dalam debat tersebut, Prabowo mengajak seluruh elemen bersatu demi rakyat dan memohon maaf jika terdapat kesalahan yang dilakukannya bersama cawapres Gibran sejak debat pertama dimulai.

“Kami mengajak semuanya bersatu. Kami minta maaf kalau kami ada yang salah, kalau kami ada yang kurang baik. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata dia. (HS-08)

Hadiri Apel Siaga Pengawasan Pemilu di Kota Semarang, Ini Pesan Mbak Ita

Program Makan Siang Siswa di Sekolah Diremehkan, Prabowo : Itu Akan Buat Anak Indonesia Kuat dan Cerdas