in

Informasi Penertiban Kerap Bocor, Diduga Ada Beking PKL Kartini

Penertiban PKL Kartini oleh Satpol PP Kota Semarang, Senin (21/5/2019).

 

HALO SEMARANG – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto menduga ada oknum di internal Satpol PP yang menjadi beking PKL di Jalan Kartini. Pasalnya, beberapakali dilakukan penertiban, PKL kerap mendapat bocoran penertiban yang akan dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Semarang.

“Saya menduga ada pihak petugas Satpol PP sendiri yang menjadi beking mereka dan kalau mau ada operasi mesti mereka (PKL-red) sudah tahu sebelumnya,” ujar Fajar, Selasa (21/5/2019).

Fajar langsung mengingatkan kepada semua petugas Satpol PP Kota Semarang untuk tidak main-main dalam menjalankan tugasnya.

Apalagi, lanjutnya, Satpol PP merupakan garda depan dalam hal penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang. Di mana PKL liar juga diatur di dalamnya. “Saya minta petugas kita sendiri untuk menyadari itu,” tuturnya.

Pada kasus ini dia juga akan bersikap tegas kepada petugas Satpol PP apabila terbukti menjadi beking PKL Kartini.

“Bisa sampai sanksi kedinasan kalau itu ASN, dan saya tidak main-main,” katanya.

Dikatakan Fajar, keberadaan PKL Jalan Kartini memang menjadi perhatian Pemkot Semarang. Berkali-kali ditertibkan, tetap saja mereka nekat tetap berjualan di tempat tersebut.

“Itu sama halnya menyepelekan kita. Tidak hanya PKL saja nanti bekingnya juga akan kami tindak tegas kalau terbukti bermain,” katanya.

Dia mencontohkan penertiban yang dilakukan Senin (20/5/2019). Di mana para PKL ditertibkan pada pukul 09.00, namun setelah pukul 13.00 mereka kembali lagi ke lokasi berjualan.

“Kami dapat laporan memang ada anggota yang bermain di situ. Kami akan investigasi ke dalam,” katanya.

Padahal jumlah PKL di Jalan Kartini memang tidak terlalu banyak. Kurang lebih hanya 9 PKL, dan berjualan aneka makanan ternak dan hewan peliharaan serta jual buah. Dia juga akan berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Kota Semarang. Apabila nanti ditemukan petugas Satpol PP yang bermain dan mengakomodir para PKL Kartini. “Kalau sampai terima uang, ya akan kami proses dan serahkan ke Tim Saber Pungli,” tuturnya.

Selain PKL Jalan Kartini, yang akan ditertibkan yaitu PKL di dekat RS Telogorejo. Selama ini mereka memiliki jam jualan sendiri dari sore hingga malam hari. Namun akhir-akhir ini banyak dari mereka yang nekat berjualan pagi hari hingga siang hari.

“Mereka akan kami kumpulkan dan sosialisasi lagi, kalau berjualan di siang hari ya akan kami bubarkan,” ujarnya.

Sementara, salah satu PKL Jalan Kartini, Suroto (47) mengaku kerap kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP. Penjual buah yang sering membuka lapak di pinggir Jalan Kartini ini mengaku jika selalu ada bocoran ketika hendak akan dilakukan penertiban.

“Biasanya dikasih tahu kalau ada penertiban, jadi kita sembunyi dahulu. Setelah petugas (Satpol PP) pergi, jualan lagi,” tutur Suroto.

Ketika ditanya apakah ada petugas yang melakukan pungutan, dia enggan untuk mengakuinya. “Tidak tahu,” katanya.

Sebenarnya dia merasa risih juga dengan model berjualan secara kucing-kucingan dengan petugas seperti itu.

“Mau gimana lagi, kerjanya gini. Setiap hari juga seperti ini. Selama ini belum pernah ketangkap,” ujarnya.

Untuk mengelabuhi petugas, gerobaknya setiap hari dititipkan di salah satu halaman rumah di Jalan Kartini.

“Saya titipkan, kalau tidak ada petugas, baru saya jualan. Atau kalau mau ada penertiban ya tidak jualan dulu,” tuturnya.(HS)

Bawaslu Jateng: Ini Pemilu Paling Rumit Sepanjang Sejarah

KPU Kota Semarang Belum Terima Gugatan Caleg Peserta Pemilu 2019