in

Inflasi Kota Magelang 2020 Terkendali

Ekspose data kondisi ekonomi makro Kota Magelang dan kebijakan pengendalian harga komoditas pokok, yang telah dilaksanakan Tim Pengendali Inflasi Daerah Pemkot Magelang. (Foto : magelangkota.go.id)

 

HALO MAGELANG – Angka inflasi Kota Magelang pada 2020 ini masih cukup terkendali, yakni di range 2%-3%. Hal ini menandakan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota Magelang cukup baik.

Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda, Joko Soeparno, beberapa waktu lalu dalam ekspose data kondisi ekonomi makro Kota Magelang dan kebijakan pengendalian harga komoditas pokok, yang telah dilaksanakan Pemkot melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Hasil penelitian menyatakan bahwa proyeksi angka inflasi Kota Magelang di tahun 2020 masih cukup terkendali, di range 2%-3%.

Sebelumnya, Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominsta) Pemerintah Kota Magelang, bermitra dengan Universitas Gadjah Mada, meneliti proyeksi laju inflasi Kota Magelang tahun 2020.

Riset ini diselenggarakan karena adanya perubahan tahun dasar, sehingga BPS Kota Magelang tidak merilis angka inflasi di tahun 2020. Inflasi hanya dihitung pada Kabupaten/Kota penyelenggara SBH (Survei Biaya Hidup).

Diskominsta sengaja menggandeng UGM, karena kredibilitas lembaga tersebut. Dengan demikian diharapkan hasil penelitian merupakan dokumen yang valid dan dapat digunakan sebagai referensi perumusan kebijakan ke depan.

Ekspos dibuka secara resmi oleh Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono. Sekda mengapresiasi adanya kerjasama antara Pemkot dan UGM dalam riset ini. Apresiasi juga disampaikan kepada BPS Kota Magelang atas perannya dalam penyediaan data bagi perencanaan pembangunan.

 

Hadir sebagai narasumber, Kepala Bappeda, Joko Soeparno dan Tim Ahli dari MEP FEB UGM yang digawangi oleh Amirullah Setya Hardi.

Diskominsta dalam hal ini juga berperan dengan membangun inovasi IndiGO (Pantau Inflasi melalui DataGO) yang memudahkan akses informasi harga harian realtime bagi masyarakat dan early warning system bagi TPID. Proyeksi pada penelitian ini juga menyertakan kondisi pengaruh Covid-19 terhadap pergerakan harga dan daya beli masyarakat Kota Magelang.

Peserta ekspos terdiri atas TPID dan pengguna data dari lingkup OPD serta asosiasi pedagang pasar. Agenda ekspos ini sebagai tahapan sebelum dilakukan finalisasi dokumen laporan yang nantinya akan dipublikasi secara resmi. (HS-08)

Share This

Humas Transportasi Perlu Berkolaborasi Raih Kepercayaan Publik

Menkeu : Kualitas SDM Penting untuk Capai Indonesia Maju