in

Indonesia Petik Banyak Pelajaran Berharga tentang Moderasi Beragama dari Arab Saudi

Menag Yaqut beserta istri, melepas kepulangan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi, Syaikh Abdullatif, di Bandara VIP Room Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut kunjungan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi, Syaikh Abdullatif ke Indonesia, merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Arab Saudi.

“Ini kunjungan kehormatan yang luar biasa. Ini tentu akan memperkuat hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi,” kata Menag, ketika mengantar kepulangan Menteri Syaikh Abdullatif di VIP Room Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (30/3/2022).

Menag Yaqut mengatakan, umat muslim Indonesia mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan dari Menteri Saudi, tentang moderasi beragama, yang telah diterapkan di Saudi.

“Indonesia tidak boleh ketinggalan dengan apa yang sudah dilakukan Saudi. Ini menjadi sebuah pertemuan, yang tidak hanya mempererat hubungan diplomasi, tapi juga menimba banyak ilmu,” kata Menag, didampingi Wakil Menteri Zainut Tauhid, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Staf Khusus Wibowo Prasetyo, Staf Ahli AM Adiyarto Sumardjono, Sesditjen Bimas Islam M Fuad Nasar, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia, Menag menyampaikan penghargaan atas keikhlasan Arab Saudi, dalam melayani jemaah haji Indonesia. Menag mengundang Syaikh Abdullatif, untuk kembali berkunjung ke Indonesia dan melihat pembangunan yang terus berlangsung hingga saat ini.

Hal senada disampaikan Syaikh Abdullatif. Dia berharap hubungan kedua negara ke depan semakin erat.

“Saya mendapatkan semua penghormatan dan pujian yang tidak terbatas, untuk Raja Salman dan Putra Mahkota. Masyarakat Indonesia sangat mendukung kearifan Raja Salman dan semangat Putra Mahkota. Mereka mendukung Kerajaan Saudi,” kata dia, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz juga mengaku sangat terkesan, dengan Indonesia. Dia bahkan menyatakan akan sering berkunjung ke Indonesia.

“Saya biasanya liburan ke Eropa. Mulai sekarang saya akan sering ke Indonesia,” ujar Syaikh Abdullatif, menjawab pertanyaan Eny Yaqut, yang mendampingi Gus Yaqut saat itu. Syaikh Abdullatif juga mengatakan telah menganggap Eny Yaqut, sebagai putrinya.

Syaikh Abdullatif berkunjung ke Indonesia selama tujuh hari. Selain bertemu dengan Wapres KH Ma’ruf Amin, Menag Yaqut, Ketum PBNU, pimpinan Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya, Menteri Urusan Islam Saudi ini juga menyempatkan diri berlibur ke kawasan Bogor.

Kepada Menag dan Eny Yaqut, Syaikh Abdullatif menyampaikan kekagumannya dengan keramahan masyarakat Indonesia. Dia dan jajarannya sempat berkunjung ke Taman Bunga Cibodas dan bertemu banyak orang yang selalu tersenyum menyapanya.

Syaikh Abdullatif juga terkesan dengan keindahan panorama kawasan Bogor. Menurutnya, udara kawasan Cibodas sangat bersih. Dia berencana untuk kembali ke Indonesia bersama istri dan keluarganya.

“Saya akan bawa keluarga ke Indonesia. Saya sudah mengambil foto banyak di Cibodas dan sekitar Puncak untuk diperlihatkan ke mereka,” ujarnya.

“Selamat Indonesia punya lokasi yang sangat bagus,” sambungnya.

Muktamar di Bali

Saking terkesan, Syaikh Abdullatif mengagendakan untuk menggelar Muktamar Menteri Agama se ASEAN di Indonesia. Dia mengaku sudah mendiskusikan hal tersebut, dengan jajarannya dan bersepakat tahun ini, diselenggarakan di Indonesia. Namun untuk lokasi, Syaikh Abdullatif menunggu rekomendasi dari Menag Yaqut.

“Kami sudah berdiskusi dan bersepakat bahwa tempat muktamar di Indonesia. Adapun di mana lokasinya, masih menunggu rekomendasi Menag,” sebut Syaikh Abdullatif.

Atas rencana tersebut, Menag merekomendasikan Bali, sebagai lokasi muktamar. Menurutnya, fasilitas layanan kelas internasional di Bali sudah sangat memadai.

“Pemerintah pasti senang kalau di Bali, karena itu menjadi daerah prioritas,” respons Menag.

Pada pertemuan dengan Menag Yaqut Cholil Qoumas di VIP Room Bandara Soekarno-Hatta, Syaikh Abdullatif juga mengatakan bahwa Raja Salman dan Putera Mahkota Muhammad bin Salman, sangat kagum dengan masyarakat Indonesia.

“Indonesia memiliki tempat khusus di hati Raja Salman dan Putera Mahkota. Mereka sangat menghormati pemimpin Indonesia dan mencintai rakyat Indonesia, bahkan sejak sebelum kemerdekaan Indonesia,” ujar Syaikh Abdullatif.

Menurut dia, Indonesia termasuk negara yang penting di mata Kerajaan Arab Saudi. Bahkan Saudi termasuk yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada masa pemerintantahan Malik Abdul Aziz. Di masa perjuangan, Saudi juga termasuk negara yang ikut menyuarakan kemerdekaan Indonesia.

“Kerajaan Saudi sangat memperhatikan Indonesia sejak masa lalu,” tegas Syaikh Abdullatif di depan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Dikatakan Syaikh Abdullatif, ada sejumlah alasan Saudi memperhatikan Indonesia. Pertama, karena mayoritas masyarakat Indonesia muslim dan menganut paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah atau Aswaja.

Kedua, Indonesia pernah dizalimi di masa penjajahan. Ketiga, karena hubungan keagamaan di mana hal itu lebih kuat dibanding hubungan lainnya.

Keempat, lanjut dia, Saudi tidak pernah ikut campur urusan dalam negeri negara mana pun. Hubungan kedua negara dibangun atas dasar saling menghormati. Kelima, Kerajaan Saudi dengan semua sahabatnya tidak menuntut balasan apa pun.

“Semua hubungan Saudi dengan negara sahabat, berdasarkan sikap saling menghormati dan mengupayakan tidak ada yang dizalimi,” tandasnya. (HS-08)

Jateng Raih Sembilan Medali Kejurnas Paramotor, KONI Apresiasi Dua Atlet FASI Kendal

Kemenag Harapkan Guru PAI Ikut Kembangkan Moderasi Beragama