in

Indonesia Butuh 600 Ribu SDM di Bidang Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam tayangan video acara The Milestone Day Startup Studio Indonesia, dari Jakarta.  (Foto kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Peluang bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang digital cukup besar. Negeri ini membutuhkan sekurang-kurangnya 600 ribu SDM, yang bergerak di bidang digital setiap tahun.

Peluang tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, ketika berbicara melalui tayangan video, dalam The Milestone Day Startup Studio Indonesia, di Jakarta.

Seperti disampaikan dalam press release via kominfo.go.id, Kamis (27/11), Menkominfo mengatakan angka tersebut sesuai hasil studi Than and Thang yang dimuat dalam Laporan Bank Dunia.

Menurutnya studi tersebut selaras dengan hasil riset dari Daily Social Tahun 2019, mengenai isu ketersediaan talenta digital, menjadi kunci bagi perkembangan industri startup digital di Indonesia, di samping isu ketersediaan akses pendanaan.

Berangkat dari adanya kebutuhan itu, Kemenkominfo kemudian menggelar Program Startup Studio Indonesia. “Program ini hadir untuk memfasilitasi startup digital yang berada di titik awal, untuk mendapatkan pelatihan pengembangan kapasitas dan juga akses terhadap venture capital lokal maupun global,” tandasnya.

Lebih lanjut Johnny G. Plate, menyatakan menyambut baik, sekaligus mengapresiasi 20 finalis, yang lolos pada batch pertama Startup Studio Indonesia.

Menurutnya salah satu program Kementerian Kominfo itu, untuk mendukung ekonomi digital Indonesia, dengan menyediakan pendampingan, jejaring talenta digital, dan pengembangan skala bisnis.

“Apresiasi ini saya sampaikan untuk anda sekalian, yang telah merintis dan membangun serta mengembangkan ide dari sektor yang berbeda, untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia,” kata dia.

Startup Studio Indonesia, adalah sebuah program pengembangan startup digital secara intensif. Program itu menyediakan akses mentoring dan networking, bagi para pegiat startup digital nasional, yang ingin mengembangkan usaha serta menyiapkan sumberdaya manusia atau talenta digital.

“Inisiatif ini sejalan dengan mandat dari Presiden Joko Widodo, untuk melakukan akselerasi transformasi digital, di mana salah satu arahannya adalah penyediaan talenta atau SDM digital yang berkualitas,” kata Johnny G Plate.

Menurut Menteri Johnny, para pegiat startup digital yang tergabung dikumpulkan secara daring selama tiga bulan, untuk memperoleh sesi bimbingan dan konsultasi langsung dari pakar industri digital.

“Hal tersebut agar pegiat startup digital siap untuk mendapatkan pendanaan yang memadai,” ungkapnya.

Bangun Kolaborasi

Menteri Kominfo menilai Program Startup Studio Indonesia, merupakan wujud semangat kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk peserta dan para mentor.

“Program ini dapat berjalan dengan baik atas hasil kolaborasi antara pemerintah, pegiat startup digital, praktisi, akademisi dan juga para penanam modal ventura di industri ini,” ujarnya.

Hal itu juga tercermin dalam kegiatan Program Startup Studio Indonesia yang mencakup more brainstorming less classes. Artinya peserta akan lebih banyak melakukan diskusi berbobot dengan para mentor.

“Hingga para finalis diharapkan dapat mengembangkan skala bisnis mulai dari aspek fundraising, group marketing hingga teknologi development,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Johnny mengungkapkan kebanggaannya atas peran strategis startup digital dalam memajukan perekonomian Indonesia. Sebab, peran startup dirasakan manfaat langsung dari masyarakat.

“Atas ide dan kecermatan anda-anda pegiat startup digital dalam memanfaatkan solusi digital dalam merintis usaha, masyarakat Indonesia telah merasakan berbagai kemudahan dalam berbagai aspek, mulai dari perekonomian digital, pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM Ultra mikro hingga sistem keuangan digital,” ungkapnya.

Apalagi, di masa pandemi saat ini, menurut Menteri Kominfo kehadiran startup digital telah menyediakan jawaban bagi penyediaan kebutuhan pokok masyarakat di tengah masa pembatasan fisik dan sosial itu.

“Untuk itu saya menaruh harapan dan optimisme yang besar untuk melihat kemajuan industri startup digital di Indonesia di masa yang akan datang. Harapan ini akan diikuti oleh komitmen Kementerian Kominfo untuk terus mendukung terciptanya ekosistem startup digital yang kuat dan memadai melalui pembangunan infrastruktur TIK, adopsi teknologi, pengembangan talenta digital hingga percepatan dan penyempurnaan regulasi,” ungkapnya.

Di tengah upaya bersama memajukan startup digital Indonesia, Menteri Johnny kembali mengingat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga cara agar kesehatan pulih ekonomi bangkit.

“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan selamat belajar dan berjuang bagi finalis Startup StudioIndonesia, negara menanti kontribusi aktif anda dalam mengembangkan industri startup digital di Tanah Air dalam menyongsong masyarakat digital indonesia yang maju adil, dan bermartabat,” imbuhnya

Kembangkan Inovasi

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dalam rangka mendukung pertumbuhan aspek bisnis digital, salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Kominfo adalah menjalankan tiga program pembinaan dan fasilitasi dengan target startup yang berbeda. Adapun tiga program tersebut antara lain Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Next Indonesia Unicorn (NextICorn) dan Startup Studio Indonesia.

“Startup Studio Indonesia batch pertama telah mencapai tahap akhir yaitu milestone day. Perjalanan para 20 startup terpilih selama dua bulan terakhir ini telah menjadi sebuah pengalaman yang menantang tidak hanya bagi para startup, coach, tim penyelenggara, tapi juga bagi Kementerian Kominfo,” ujarnya.

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, dalam 51 hari telah ada 360 sesi coaching yang difasilitasi dengan 80 coach dan merupakan founder startup dan expert teknologi. Pekan lalu, Tim Kementerian Kominfo telah melakukan beberapa FGD untuk memetakan kebutuhan jejaring dari 20 finalis startup kepada kementerian dan lembaga terkait.

“Kami percaya inovasi yang dikembangkan oleh para founder ini akan dapat membawa dampak baik yang masif jika dapat dikolaborasikan dengan pihak-pihak strategis,” jelasnya.

Lebih lanjut Dirjen Semuel berharap dalam milestone day tersebut, masyarakat yang menyaksikan dapat ikut menyebarkan kabar baik dari inovasi yang para founder ciptakan, atau bahkan ikut mendukung pengembangan yang dirintis.”Saya ucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung terlaksananya program Startup Studio Indonesia, semoga perjuangan para 20 startup ini akan membawa banyak manfaat bagi proses transformasi digital bangsa, membuka banyak lapangan pekerjaan baru dan membawa ekosistem digital Indonesia ke level berikutnya,” kata dia.

Startup Studio Indonesia merupakan program intensif bagi early-stage startup untuk mengakselerasi skala bisnis yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo. Inisiatif dari program ini sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo dalam upaya memperbaiki ekosistem ekonomi digital, mempermudah sumber pendanaan, mentoring, kerja sama dengan lembaga investasi dunia, birokrasi dan regulasi yang kondusif.

Adapun 20 finalis startup batch pertama dari Startup Studio Indonesia tersebut adalah AgenKAN (agenkan.co.id), Biteship (Biteship.com), Career Support (career.support), Feedloop (feedloop.io), dan Halofina (halofina.com).

Selain itu juga Jejak.in (jejak.in), Justika (justika.com), Keeppack (keeppack.id), Larik.tech (larik.tech), Moodah (moodah.id), Nectico (nectico.com), Rakamin Academy (rakamin.com), Rekosistem (rekosistem.com), dan Payo Kepasar (payokepasar.com).

Finalis lain adalah PTS.SC (pts.sc), Schoters (schoters.com), Tumbasin (tumbasin.id), Verihubs (verihubs.com), Waterhub (waterhub.id), dan Woobiz (woobiz.id). (HS-08)

Share This

Wapres Dorong Digitalisasi Tata Kelola Perkantoran MUI

HUT Ke-49, Korpri Jateng Bangunkan 237 Rumah Untuk ASN