in

Indonesia Berkomitmen Tambah Pasukan Perempuan dalam Misi Perdamaian PBB

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam webinar virtual, bertajuk Action for Peacekeeping (A4P) Women, Peace and Security (WPS) Champions: Practical Recommendations for Breaking Barriers for Women in Peacekeeping. (Foto : Kemlu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Indonesia berkomitmen menambah jumlah pasukan perempuan dalam berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Indonesia juga berupaya memastikan partisipasi penuh perempuan dalam misi-misi tersebut.

“Total 183 pasukan perdamaian perempuan di berbagai Misi Perdamaian PBB, menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus menambah jumlah dan mendukung penciptaan lingkungan yang kondusif, bagi pasukan perempuan dalam Misi PBB,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, seperti dirilis Kemlu.go.id.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dalam webinar virtual yang bertajuk Action for Peacekeeping (A4P) Women, Peace and Security (WPS) Champions: Practical Recommendations for Breaking Barriers for Women in Peacekeeping, Kamis (8/7).

Pertemuan A4P WPS Champions ini, merupakan bagian dari rangkaian webinar tingkat ahli, yang diselenggarakan oleh Indonesia, bersama dengan Irlandia, Jerman, Bangladesh, Afrika Selatan, Kenya dan Namibia.

Peran Indonesia, juga tercermin melalui partisipasi mantan personel pasukan perdamaian perempuan Indonesia, sebagai narasumber pada salah satu webinar tersebut.

Di acara yang sama, negara penyelenggara juga menyerahkan dokumen Rekomendasi upaya mengatasi hambatan partisipasi perempuan dalam Misi PBB kepada perwakilan Sekjen PBB untuk Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.

Pada acara tersebut Menlu Retno juga menekankan bahwa mengatasi hambatan untuk pasukan perdamaian perempuan merupakan hal penting untuk memastikan partisipasi penuh perempuan dalam Misi Perdamaian.

“Rekomendasi yang disampaikan hari ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk PBB, dalam merumuskan kebijakan yang akan menjadi katalis bagi peningkatan peran perempuan di Misi PBB,” disampaikan Menlu Retno.

Sejalan dengan komitmen Indonesia, untuk memajukan peran perempuan dalam Misi Perdamaian PBB, Menlu Retno menyampaikan tiga Rekomendasi yang perlu dilakukan.

Pertama, pentingnya mendesain infrastruktur yang sensitif terhadap gender, pada misi perdamaian PBB. Memastikan lingkungan yang aman bagi pasukan perdamaian perempuan, merupakan prioritas utama Indonesia, sebagai salah satu negara kontributor pasukan terbesar pada Misi PBB.

“Hal kedua yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan identifikasi hambatan pada tingkat nasional,” sambung Menlu Retno.

Upaya melakukan identifikasi hambatan ini harus disesuaikan dengan budaya dan situasi lokal dari masing-masing negara agar dapat diperoleh hasil yang maksimal.

Terakhir, Menlu Retno juga menekankan dukungan Indonesia bagi jejaring untuk pasukan perdamaian perempuan. “Jejaring ini akan memberikan dukungan tambahan untuk mendukung peningkatan jumlah pasukan perempuan pada Misi PBB,” lanjut Menlu Retno.

Menutup pidatonya, Menlu Retno menegaskan bahwa partisipasi penuh, efektif dan bermakna dari perempuan dalam Misi PBB merupakan tanggung jawab bersama. “Indonesia akan selalu berkomitmen untuk menjadi bagian dalam hal ini,” kata dia. (HS-08)

Share This

Pegawai Kemenag Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara

Dari Cibiran, Kini Karya Najib Tak Diragukan Lagi