Implementasi Vokasi, Mahasiswa Broadcasting D3 Udinus Semester 5 Ini Sudah Kebanjiran Job

Salah satu mahasiswa Udinus Progdi Broadcasting, Popita Nilam Sari saat bekerja di Event Kemenkumham beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Dalam 10 tahun terakhir ini pendidikan vokasi (pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu) mendapatkan perhatian tersendiri dari pemerintah.

Oleh sebab itu, Laboratorium Vokasi di beberapa perguruan tinggu didesaign layaknya dengan proses produksi di sebuah perusahaan.

Program Studi (Progdi) Broadcasting D3 Udinus sudah mempraktikkan vokasi tersebut sejak tahun 2008. Tidak mengherankan jika mahasiswanya yang belum selesai kuliah sudah mendapatkan kerja, atau minimal kebanjiran job jasa.

Salah satu mahasiswa Udinus Progdi Broadcasting, Popita Nilam Sari mengungkapkan, dirinya sudah kebanjiran job jasa peliputan kegiatan, pembuatan video, maupun editing video meski masih menjadi mahasiswa.

Dia adalah mahasiswa semester 5 Prodi Broadcasting D3 Udinus yang baru dapat tugas liputan dari kantornya, sebuah event organizer di Kota Semarang.

Saat ini di kantornya tersebut, dia telah melakukan beberapa job dan salah satunya liputan event di Kemenkumham pada beberapa waktu lalu.

“Saya mahasiswa angkatan 2018, belum lulus tapi sudah banyak job jasa pembuatan video kegiatan,” kata Nilam saat dihubungi halosemarang.id Selasa (30/3/2021).

“Job saya bergantian dengan anggota tim, kebetulan pada event ini saya kameramennya,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, bahwa untuk menjadi mahasiswa vokasi memang harus pintar mengatur waktu agar kebiasaan dan rutinitas bisa berjalan dengan lancar.

“Saya sejak semester 3 sudah kerja, dan Alhamdulillah sesuai dengan kompentensi,” tuturnya.

Kemudian, Nilam menambahkan, bahwa sebagian besar dosen memang berasal dari praktisi yang berpengalaman dalam bidang broadcasting. Jadi perihal aktivitas mahasiswanya yang telah bekerja sambil kuliah para dosen sudah paham.

Alhamdulillah, dosennya pengertian kalau saya gabung ke Laboratorium Broadcasting setelah liputan atau setelah editing video,” jelasnya.

Saat ini Nilam menyatakan sudah ada beberapa perusahaan yang menawarinya untuk pindah kerja, salah satunya salah satu media massa nasional.

“Masih belum berpikir untuk pindah, biar kuliahnya cepat selesai juga,” ujarnya.

Di sisi lain, kesibukan Nilam serupa juga dengan yang dirasakan Eki Wildan Agusta Isnaini Siregar. Dia juga salah satu mahasiswa progam studi Broadcasting D3 Udinus semester 5 yang sudah bekerja dan super sibuk karena kebanjiran job.

“Saya juga masih kuliah, dan sekarang ini saya baru mengerjakan job video dari salah satu bank di Jawa Tengah,” katanya.

Dia menjelaskan, hal itu dia dapat sejak menjadi juara desaign mobil pada semester satu, saat itu job sudah berdatangan silih berganti.

“Dari semester dua sudah banyak pekerjaan datang,” ujar Eki.

Sementara itu, salah satu Dosen Prodi Broadcasting D3 Muh Purnomo Sidiq menerangkan, awal mulanya mahasiswa braodcasting banyak yang terlena dengan pekerjaan. Namun, agar mereka terampil dan tetap lulus tepat waktu, hasil pekerjaan mahasiswa tersebut dapat diakui sebagai penentu nilai akhir.

“Asal pekerjaannya sesuai dengan mata kuliah, hasil kerjanya bisa dinilai menjadi nilai akhir” terang Kak Pur sapaan akrabnya.

Senada dengan Kak Pur, Dosen Pengajar Tekhnik Reportase Broadcasting Udinus Agus Triyono, menegaskan, bahwa program studi tersebut dalam hal Proses Belajar Mengajar (PBM) sudah didesaign  sedemikian rupa, sehingga mereka tetap bisa lulus tepat waktu.

“Kami dukung semua aktivitas dan kreatifitas mahasiswa, yang penting semuanya terserap di dunia kerja,” tegasnya.

Saat ini Popita dan Eki merupakan sedikit contoh dari banyak mahasiswa vokasi broadcasting D3. Mereka tidak hanya merasakan beasiswa, namun juga merasakan nikmatnya hasil kerjanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.