in

Imbas PPKM, Peternak Ayam di Boyolali Keluhkan Harga Telur

Pekerja mengambil telur di kandang ternak ayam di Desa Kadireso Kecamatan Teras, Boyolali, Selasa (7/9). Peternakan ayam tersebut memproduksi telur ayam mencapai satu setengah ton per hari dari 28 ribu ekor ayam. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Sejumlah peternak ayam di Kabupaten Boyolali, mengeluhkan harga telur yang semakin merosot, hingga peternak menuai kerugian.

Hal itu antara lain dirasakan oleh peternak ayam di Desa Kadireso, Kecamatan Teras, Krishandrika Immanuel Raharjo. Dia mengatakan harga telur saat ini tidak sebanding dengan harga pangan.

“Harga pakan ayam sekarang naik, dari sebelumnya Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 7.000, tetapi harga telur ayam justru menurun,” kata dia, Selasa (7/9) seperti dirilis Boyolali.go.id.

Menurutnya, harga normal telur perkilo seharusnya kisaran Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu, tetapi sekarang hanya Rp 14 ribu atau Rp 15 ribu per kilogram, Karena itu peternak mengalami kerugian Rp 5.000 per kilo.

Kepala Bidang Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Gunawan Andriyanta mengimbau para peternak untuk menjalin pola kemitraan.

“Jadi pola kemitraan itu sudah ada kontrak harga antara intiplasma. Jadi berapapun harga di pasar, mereka sudah terbeli dengan harga kontrak tersebut. Sehingga itu relatif lebih aman bagi usahanya,” kata dia,

Perlu diketahui, Kabupaten Boyolali menjadi salah satu sentra penghasil ayam pedaging atau broiler dan ayam petelur. Di wilayah ini terdapat 784 kandang ayam, dengan populasi 13,67 juta ayam.

Pada 2020 tercacat produksi ayam pedaging mencapai 17.964 ton, sedangkan sampai Agustus 2021 telah mencapai 8.781 ribu ton. Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan, namun terdapat empat kecamatan sentra penghasil ayam pedaging di Kabupaten Boyolali.

“Sebaran lokasi untuk ayam potong atau ayam broiler meliputi sebenarnya di seluruh kecamatan ada namun sentra sentra meliputi Kecamatan Boyolali, Ampel, Ngemplak dan Karanggede,” katanya.

Selain itu, untuk peternakan ayam petelur di Kabupaten Boyolali berjumlah 189 unit usaha atau kandang dengan populasi mencapai 2,5 juta ekor. Adapun produksi tahun 2020 tercatat 23.900 ton, sedangkan sampai dengan triwulan III ini telah mencapai 18.012 ton yang tersebar di Kecamatan Boyolali, Cepogo, Ampel dan Wonosegoro. (HS-08)

Share This

Era Medsos, Bupati Blora Minta Satpol PP Hati-hati Dalam Bertindak

UIN Raden Fatah Palembang Jajaki Kerja Sama dengan Pemkab Kebumen