Imbas Penyebaran Virus Corona di Kota Semarang, Banyak Tempat Hiburan dan Mal Tutup

Beberapa tenant di DP Mall yang terlihat sepi pengunjung sebelum ditutup sementara mulai Jumat (27/3/2020) lalu.

 

HALO SEMARANG – Akibat penyebaran virus corona yang makin meluas di Kota Semarang, ternyata sangat berpengaruh pada sektor ekonomi, khususnya sektor perdagangan dan jasa. Di bidang perhotelan, okupansi atau jumlah keterisian kamar hotel menjadi turun drastis. Termasuk banyaknya kasus pembatalan seluruh acara kantor atau perusahaan, seperti kegiatan meeting yang sudah direncanakan.

Wakil Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Jateng, Bambang Mintosih berharap, pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kota/kabupaten untuk memberikan kebijakan berupa potongan pajak dan penundaan pembayaran listrik bagi pelaku bisnis perhotelan.

“Apalagi hal ini sudah ada imbauan dari pemerintah pusat, tinggal implementasi di lapangan seperti apa nantinya. Selain itu kami juga sudah harus memikirkan tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan, karena sudah mendekati Ramadan dan Idul Fitri,” imbuh pria yang juga General Manager Star Hotel Semarang tersebut baru-baru ini.

Sedangkan pada sektor perdagangan, salah satu mal terbesar di Kota Semarang, DP Mall yang terletak di Jalan Pemuda Kota Semarang untuk sementara waktu juga menutup bisnisnya mulai Jumat (27/3/2020) hingga 5 April 2020. Penutupan tempat usaha ini demi mendukung masyarakat yang sedang melakukan physical distancing dengan tagar #dirumahaja.

Sementara untuk mencegah meluasnya Covid-19 di Kota Semarang, sejumlah tempat hiburan malam secara sukarela menutup sementara bisnisnya hingga waktu yang belum ditentukan.

Termasuk Kyukyu KTV Semarang, yang menutup mulai Kamis (26/3/2020). Outlet Manager Kyukyu KTV, Yosaphat Bita Logam mengatakan, penutupan tersebut merupakan upaya untuk mendukung pemerintah sekaligus sebagai upaya bersama-sama mencegah penyebaran virus corona.

“Sebagai pelaku bisnis, dampak pandemi covid-19 ini sangat memukul kelangsungan bisnis. Tetapi rasa tanggung jawab sosial, kepedulian, dan kecintaan kami kepada pelanggan jauh lebih penting sehingga mendasari untuk menutup outlet kami sementara waktu,” kata Logam, Jumat (27/3/2020).

“Semoga wabah ini segera berlalu sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa yang sudah tinggal sebentar lagi dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan tenang,” pungkasnya.

Tidak hanya Kyukyu KTV, Babyface Karaoke juga ambil bagian dalam menekan penularan covid-19 melalui dunia hiburan. Terhitung Kamis (26/3/2020) lalu, pihak Babyface Karaoke juga telah meliburkan para karyawan serta menutup outletnya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sesuai anjuran pemerintah mengenai situasi terkini tanggap darurat Covid-19, kami dasari atas pertimbangan kesehatan dan keamanan terutama bagi seluruh staf dan tamu,” kata Assistant Marketing Manager Babyface Karaoke, Anggita S Dara.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.