Ikuti Lantsar, CPNS Wonogiri Dinilai Mampu Hadapi Perkembangan Teknologi

Pembukaan latihan dasar CPNS di lingkungan Pemkab Wonogiri, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. (Foto : Wonogirikab.go.id)

 

HALO WONOGIRI – Perkembangan teknologi saat ini perlu diimbangi dengan pelayanan prima dan SDM Pemerintah yang mumpuni, sehingga pengabdian kepada masyarakat dapat terlaksana dengan optimal.

Calon pegawai negeri sipil (CPNS) angkatan ini, mampu menghadapi situasi dan kondisi terkini, terutama di era perkembangan teknologi. Karena itu harus mampu memberi kontribusi maksimal di era milenial

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajemen Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Tengah, Andi Suryanto, dalam pembukaan latihan dasar (Latsar) CPNS di lingkungan Pemkab Wonogiri, Kamis (18/3).

Upacara pembukaan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Haryono, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

Lebih lanjut dalam pengarahannya, Andi mengatakan bahwa latsar kali ini harus disikapi positif oleh para CPNS, dengan memberikan kontribusi dan kinerja maksimal bagi instansi dan masyarakat.

“CPNS menjadi harapan baru akselerasi pelayanan masyarakat dan percepatan perwujudan rancangan inovasi baru di era milenial. Mengapa begitu? Karena CPNS angkatan ini dipandang mampu menghadapi situasi dan kondisi terkini, di era perkembangan teknologi dan harus mampu memberi kontribusi maksimal di era milenial,” kata Andi, seperti dirilis Wonogirikab.go.id.

Andi memandang bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat perlu diimbangi dengan pelayanan prima dan SDM yang mumpuni, sehingga pengabdian kepada masyarakat dapat terlaksana dengan optimal.

Meski demikian, kondisi di era pandemi ini memaksa Pemerintah melakukan manuver dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam hal peningkatan kualitas SDM pegawai pemerintah melalui Latsar dan Diklat dengan metode Massive Open Online Course (MOOC) secara daring.

“Yang tadinya pelatihan ini dilaksanakan selama 21 hari dengan metode klasikal, di asrama, sekarang kita harus melakukan penyesuaian dengan kondisi pandemi sehingga akan diselenggarakan dengan metode MOOC, distance learning secara virtual, tetapi juga akan dipersiapkan satu waktu untuk metode klasikal bagi peserta latsar. Hanya saja tidak akan di asrama selama 3 minggu seperti angkatan sebelum pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sekda Haryono, yang mewakili Bupati Wonogiri dalam Pembukaan Latsar CPNS 2021 menyampaikan bahwa tantangan terbesar bagi CPNS saat ini adalah merubah mindset.

“Tantangan terbesar kalian adalah merubah mindset. Jadi CPNS itu bukan pencapaian di garis akhir, tapi baru start. Start untuk menjadi agen perubahan yang memiliki integritas, disiplin, profesional, dan tentunya menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme,” tutur Haryono.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari Badan Kepegawaian Kabupaten Wonogiri, Pelaksanaan Latsar CPNS yang terdiri dari 320 peserta akan dibagi menjadi delapan angkatan yang berlangsung mulai tanggal 22 Maret hingga 11 Desember 2021.

Adapun penerapan metode pembelajaran Blended Learning akan terbagi menjadi empat tahap, yakni Pembelajaran Mandiri (MOOC) setara dengan 16 hari, Pembelajaran E-learning selama 22 hari, Habituasi di instansi peserta latsar selama 30 hari, dan pembelajaran klasikal selama 6 hari.

Sehingga total untuk satu angkatan membutuhkan waktu selama 74 hari kerja. Sedangkan untuk kualifikasi tenaga pengajar, akan diampu oleh para widyaswara dan narasumber lainnya yang memiliki kompetensi di bidangnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.