Ikuti Kebijakan PPKM Jawa-Bali, Prokes dan Pembatasan Penumpang Angkutan Umum Diperketat

Bus AKDP berhenti di Terminal Tipe A Mangkang untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

 

HALO SEMARANG – Aturan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali oleh pemerintah pusat mulai berlaku pada 11-25 Januari 2021 juga berlaku untuk moda transportasi umum, yakni dengan memperketat protokol kesehatan dan tetap membatasi jumlah penumpang.

Yakni dengan menoleransi hanya membolehkan berisi 50 persen penumpang dari kapasitas untuk bus angkutan umum atau angkutan kota.

Untuk kebijakan pembatasan penumpang di moda transportasi umum ini, Pemerintah Kota Semarang sudah menerapkan kebijakan di angkutan BRT Trans Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, aturan di moda transportasi masih tetap sama, yakni penumpang diwajibkan memakai masker, pengecekan suhu tubuh, dan protokol kesehatan lain tetap diberlakukan.

“Masih sama dengan membatasi yakni hanya boleh 50 persen penumpang dari kapasitas yang ada. Untuk prokesnya lebih diperketat,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Jumat (8/1/2021).

Pembatasan kegiatan masyarakat juga diterapkan untuk jumlah pengunjung di tempat wisata, seperti Taman Lele, Semarang Zoo dan lainnya.

“Lalu jam operasional mungkin akan dikurangi, tidak sampai sore. Mengingat angka Covid-19 di Kota Semarang cukup tinggi,” paparnya.

Selain tempat wisata, juga ada revisi Perwal Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dengan adanya kebijakan PPKM oleh pemerintah pusat. Khususnya terkait jam buka pusat perbelanjaan mal dan tempat makan. Untuk mal boleh buka sampai pukul 19.00 WIB, dan tempat makan atau restoran ditorelir hingga pukul 21.00 WIB.

Salah satu pengunjung mal, Herman (45) mengaku setuju dengan rencana kebijakan PKM yang membatasi jam operasional tempat perbelanjaan.

Hal ini demi kenyamanan dan kesehatan bersama. Karena kalau ada kerumunan orang risiko penularan virus corona makin tinggi.

“Kalau ada pembatasan ini setuju saja, memang nanti berpengaruh pada penurunan pengunjung yang datang ke mal karena tutupnya lebih awal, dari biasanya,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.