in

Ikuti Evaluasi Smart City, Bupati Kebumen Sebut Semua Program Berjalan di Atas 80 Persen

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto menyatakan berdasarkan evaluasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pelaksanaan smart city di wilayahnya sudah tergolong bagus.

Hal itu disampaikan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto di Pendopo Kabumian, setelah mengikuti evaluasi smart city secara virtual, oleh Kementerian Kominfo, Kamis (6/10/2022).

Menurut Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, berdasarkan hasil evalusi tersebut, pelaksanaan smart city di Kebumen sudah tergolong bagus, semua program hampir terlaksana, bahkan beberapa sudah mencapai 100 persen.

“Kita ada evaluasi pelaksanaanya dari Kominfo, di mana kita termasuk kabupaten di Indonesia yang menjadi percontohan. Alhamdulillah tadi berjalan lancar, hasilnya semua program yang masuk dalam kategori Smart City nilainya sudah di atas 80 persen, bahkan ada 100 persen,” kata Bupati, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Dalam Smart City ada 5 Dimensi yang dievaluasi yaitu : Baseline, ouput, outcome, impact dan Quickwin.

Program smart city yang telah dilaksanakan berdasarkan Masterplan Smart City yaitu Smart Governance, 9 program sudah berjalan dengan nilai 100 persen, Smart Living 9 dari 10 progran telah berjalan dengan nilai 90 persen, Smart Branding, 6 dari 7 program telah berjalan dengan nilai 85,71 persen.

Lalu ada Smart Society 9 dari 9 program telah berjalan dengan nilai 100 persen, Smart Economy 10 dari 12 program telah berjalan dengan nilai 83,33 persen, dan Smart Environtment 4 dari 4 progran telah berjalan dengan nilai 100 persen.

“Tinggal ke depan inovasi apa lagi dari pemerintah, ini yang terus kita upayakan. Yang pasti bahwa dalam Smart City ini kita ingin mempermudah semua layanan masyarakat. Kemudian masyarakat juga diberi ruang untuk mengawasi apa yang menjadi program pemerintah. Terutama untuk penggunaan anggarannya, terbuka sehingga tidak ada yang ditutupi, ketika terjadi hal yang tidak baik, bisa segara melapor,” terang Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kebumen, Budhi Suwanto menambahkan Smart City sudah berjalan sejak 2019 lalu dan setiap tahun selalu mendapat evaluasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang teknis pelaksanaannya.

“Smart City itu adalah program dalam rangka menyelesaikan persoalan layanan masyarakat di semua bidang, dengan menggunakan misalnya sistem teknologi informasi sebagai pendukung,” terangnya.

Pada Desember 2021 lalu, Kabupaten Kebumen bersama 16 kabupaten/kota se-Indonesia telah menerima penghargaan Smart City kategori Governance (pemerintahan).

Penghargaan waktu itu diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang,

“Ini menunjukan Pemerintah terus berupaya menjaga konsistensi dalam penerapan Smart City di semua bidang. Sehingga tahun ini kita berharap bisa kembali mendapatkan penghargaan di bidang-bidang lain,” jelasnya.

Pemkab Kebumen kata Budhi juga telah merumuskan enam program unggulan untuk setiap dimensi Smart City. Program ini telah dipaparkan dalam rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika siang tadi.

Misalnya untuk Smart Governance ada Program Balada Pak Kis (Bayi Lahir Dapat Paket Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak dan Kartu Indonesia Sehat). Smart Society ada program Rumah Harapan.

Smart Economy ada Program  Kapok Pak Eko yakni Program Peningkatan Kelompok Pelaku Ekonomi di Pedesaan, lalu ada Smart Living dengan Program Jamkesmaskin, Smart Environment dengan Program Soimah dan Smart Branding dengan program Simbok Blonjo. (HS-08)

Proyek Jambanisasi Disebut Rugikan Negara, Bupati Kebumen : Silakan Lapor Penegak Hukum

Pegadaian Kanwil XI Semarang Masuk Kriteria Perusahaan Layak Anak dan Perempuan