in

Ikut Tangani Pandemi Korona, PMI Galakkan Semangat Bergerak Bersama Untuk Sesama

Foto Ilustrasi Relawan PMI. (Sumber : Magelangkota.go.id)

 

HALO MAGELANG – Palang Merah Indonesia (PMI), dalam kurun waktu hampir dua tahun ini, turut bergerak bersama masyarakat dan berbagai komponen bangsa, untuk terlibat aktif dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dalam memperingati HUT Ke-76 tahun ini, PMI pun menggalang peran masyarakat untuk pemulihan bangsa, melalui tema ‘Bergerak Bersama untuk Sesama’.

Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said, mengatakan sejak wabah Covid-19 masuk ke Indonesia tahun lalu, PMI telah bergerak bersama instansi lainnya untuk mengatasi pandemi.

Upaya yang dilakukan PMI di berbagai wilayah, antara lain dengan melakukan disinfeksi di lingkungan tempat tinggal, perkantoran, hingga fasilitas publik. Hingga Agustus 2021, PMI telah menjangkau 116,390 lokasi di seluruh Indonesia. Penerima manfaat layanan ini, ditaksir mencapai lebih dari 50 juta jiwa.

Selain disinfeksi, PMI juga berupaya membantu para pasien Covid-19, dengan transfusi plasma darah konvalesen. Menurut  Manajer  Kualitas  UDD  PMI  dokter  Saptuti  Chunaeni,  plasma  konvalesen  merupakan  terapi tambahan yang  digunakan  untuk  membantu  kesembuhan  pasien  Covid-19.

Lebih lanjut Sudirman juga mengatakan PMI bersinergi dengan mitra atau pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah, untuk melaksanakan vaksinasi massal. Dalam mendukung program vaksinasi nasional, PMI mengerahkan seluruh sumber dayanya, termasuk relawan di seluruh Indonesia, untuk membantu petugas vaksinasi.

Upaya itu, menurut dia dilakukan oleh PMI, agar target vaksinasi nasional segera tercapai. Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia menargetkan 200 juta orang lebih tervaksinasi, untuk tahap satu dan dua.

Dukungan lain yang dilakukan PMI, adalah penyediaan fasilitas cuci tangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari promosi kesehatan ke lebih dari tujuh juta jiwa.

Dengan upaya ini, diharapkan akan semakin memperkuat kesadaran masyarakat, untuk menjaga diri dari penularan covid-19. PMI juga telah menjangkau 1,8 juta jiwa dalam pelayanan kesehatan selama pandemi.

Di samping itu PMI juga mendistribusikan alat pelindung diri bagi nakes dan APD dasar bagi warga. Tercatat, PMI telah membagikan 3,8 juta masker medis, serta 3 juta masker kain untuk warga. Jumlah tersebut ditambah dengan perlengkapan Perlilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang jumlahnya mencapai lebih dari 900 ribu piece.

Peningkatan juga dilakukan di internal PMI. Upaya mendigitalisasi pegawai dilakukan PMI dengan meluncurkan Sistem Keuangan dan Aset PMI (Sikap). Sistem tersebut diharapkan dapat pegawai di Markas Pusat PMI. Tujuannya, agar pelayanan ke masyarakat bisa dilakukan dengan cepat tanpa beban kerja yang sulit.

Dalam rangka pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dimulai di berbagai daerah, PMI juga meluncurkan game Covid Fighter. Permainan berbasis android ini, merupakan baguan dari upaya memberikan edukasi pada siswa, untuk memahami protokol kesehatan dalam masa PTM.

Sudirman mengatakan PMI berkomitmen menjadi organisasi kemanusiaan yang terdepan, dalam upaya pengendalian Covid-19.

“Hingga saat ini, seluruh relawan terus bergerak, mulai dari memberikan edukasi, sosialisasi, bantuan, dan lain sebagainya,” kata Sudirman Said, seperti dirilis Magelangkota.go.id.

Dia juga menekankan, bahwa kolaborasi berbagai pihak, merupakan kunci penting, dalam upaya mengakhiri wabah. Bagaimanapun, beban berat Indonesia, menurutnya akan lebih ringan apabila dikerjakan bersama atau secara gotong-royong.

Selain kolaborasi, diperlukan sinergitas antarpihak dalam pemulihan ini. Semua pihak yang terlibat, saling membantu, agar tercipta ketangguhan negeri dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Saat banyak negara sudah mampu mengendalikan pandemi dengan baik, tentunya, harus dicontoh oleh berbagai pihak di Indonesia,” lanjutnya.

Berbasis Masyarakat

Sejak beberapa tahun silam, PMI juga telah berupaya melibatkan peran masyarakat dalam penanganan bencana, dengam membentuk kelompok-kelompok Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat).

Pada masa pandemi Covid-19 ini, berbagai kelompok relawan yang tergabung dalam Sibat PMI, juga bergerak untuk menangani Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Untuk memperkuat Sibat ini, PMI juga menggelar pelatihan-pelatihan pembekalan materi pengendalian Kejadian Luar Biasa ( KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM).

Kegiatan ini antara lain dilaksanakan di Kota Magelang, 8-9 September 2021 lalu, di aula Kelurahan Tidar Utara. Ketua PMI Kota Magelang, Sumartono SE MM menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penanganan Covid-19 berbasis komunitas PMI Pusat.

Penyelenggaraan pelatihan ini, PMI Pusat bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Internasional Korea atau Korea Internasional Coorporation Agency (Koica).

Peserta pelatihan di Kota Magelang, adalah para relawan Sibat dan kader penggiat di lingkungan masyarakat, dari dua kelurahan percontohan, yaitu Tidar Utara dan Kelurahan  Wates.

Sumartono SE MM berharap kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat, dalam upaya penanganan Covid-19 di Kota Magelang.

Selain Kelurahan dua kelurahan di Kota Magelang, lebih dari 40 desa atau kelurahan lain di 24 kabupaten dan kota di Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY mendapatkan dukungan pendanaan dari Koica.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperlambat dan mencegah penularan Covid-19 secara luas serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan dan respon khususnya di wilayah Kota Magelang, serta memahami penelusuran kontak yang dilakukan di lingkungan masyarakat hingga keluarga”, kata dia.

Peran Masyarakat

Keterlibatan peran PMI ini, juga sesuai dengan pendapat Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Juri Ardiantoro, yang mengatakan bahwa penanganan Covis-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi perlu peran masyarakat untuk membantu mempercepat pemulihan.

Juri mengatakan dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19, seluruh pihak harus mengambil tanggung jawab, baik pemerintah, masyarakat umum, pihak swasta dan pihak lain yang memiliki sumber daya dan kesempatan.

“Keterlibatan masyarakat untuk mengambil inisiatif dalam rangka kampanye protokol kesehatan, baik menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan adalah situasi yang memang kebutuhan kita bersama,” kata Juri,  dalam sebuah webinar beberapa waktu lalu.

Juri mengatakan sebesar apa pun usaha pemerintah dalam menangani Covid-19, tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Masyarakat juga bisa membuat gerakan atau inisiasi, untuk menyampaikan protokol kesehatan secara terus menerus. (HS-08)

Share This

Bupati Juliyatmono Berharap Pemerintah Pusat Kembali Bantu Pembangunan RSUD Karanganyar

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Sabtu (18/9/2021)