Ikapari Semarang Tanam 2.000 Pohon Mangrove di Pulau Tiban Kendal

Penanaman mangrove di Pulau Tiban, Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Minggu (4/10/2020).

 

HALO KENDAL – Peduli kelestarian alam dan rangka memperingati Hari Pariwisata Internasional, Ikatan Alumni Stiepari (Ikapari) Semarang menanam 2000 pohon mangrove di Pulau Tiban, Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Acara yang diikuti puluhan peserta tersebut, menempuh perjalanan bersama masyarakat dengan menggunakan perahu nelayan sejauh 3 kilometer.

Ketua Umum Ikapari, Joko Yuni Istanto mengatakan, penanaman mangrove bertujuan untuk mengantisipasi abrasi yang semakin mengikis daratan di Pulau Tiban.

Pihaknya juga berharap pulau yang masih asri di Kabupaten Kendal itu nantinya menjadi tempat wisata yang diburu masyarakat. Baik dari segi wisata alam, kuliner maupun fasilitas lainnya.

“Dalam rangka Hari Pariwisata Internasional 27 September lalu, kami melakukan penanaman 2.000 pohon mangrove. Kami berharap dengan tanam ini dapat mencegah abrasi dan tumbuh subur. Sehingga bisa menjadi sabuk pantai di Pulau Tiban,” terangnya.

Selain tanam pohon penghijauan, para peserta juga melakukan sejumlah kegiatan pendukung, yang bisa menggiatkan dan mengembangkan pariwisata yang ada.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Ikapari Berbakti 2020, Edy Prasetyo menambahkan, pihaknya juga melakukan bimbingan kuliner dengan mendatangkan tim ahli pengolahan makanan.

“Seperti contoh pembuatan amplang bandeng menjadi oleh-oleh makanan ringan, proses sanitasi bandeng, hingga pengolahan makanan lainnya dari bahan dasar yang ada di sekitar Pulau Tiban,” jelasnya.

Selain itu, menurut Edy, pihaknya juga memberikan bimbingan kepada warga dan penyedia usaha dalam mengelola penginapan yang bagus. Seperti halnya manajemen pengelolaan, kebersihan, hingga prosedur operasionalnya.

“Jadi jangan sampai wisatawan yang datang seperti membeli kucing dalam karung, maka harus dikelola dengan bagus. Tidak perlu mewah yang penting tertata rapi dan bersih sebagai kriteria utama,” ucapnya.

Edy dan kawan-kawan berharap keasrian Pulau Tiban akan terjaga dan terawat supaya kelak menjadi destinasi wisata yang diburu para wisatawan di mancanegara.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.