IKA FIB Undip Gelar Reuni Seduluran Sak Lawase

Para alumnus dan pengurus IKA FIB Undip berfoto bersama saat reuni di Hotel Azaya, Semarang, Minggu (15/11).

 

HALO SEMARANG – Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Minggu (15/11) mengadakan Reuni Alumni FIB (Sastra) Undip, bertema “Seduluran Sak Lawase”, di Hotel Azaya, Semarang.

Acara tersebut dihadiri seluruh pengurus IKA FIB Undip, termasuk Ketua Umum IKA FIB Undip, Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM, Wakil Ketua Umum Sukirman, SS, Sekretaris Umum DR Teguh Hadi Prayitno, Koordimator Alumni Hamdani, SS serta para pengurus IKA FIB lainnya. Bahkan para dosen dosen FIB Undip pun turut larut dalam kegembiraan reuni, yang diikuti secara luring dan daring.

Agustina Wlujeng menyatakan gembira dengan terselenggaranya acara tersebut. Dia berharap keluarga besar IKA FIB, terus guyub dan seduluran saklawase (besaudara selamanya).

“Acara ini sebagai ajang silaturahmi teman-teman alumni FIB, dan semoga kita bisa seduluran selawase,” kata Agustina Wilujeng.

Dalam kesempatan tersebut Agustina mengungkapkan kegiatan ini diharapkan juga menjadi sinergitas antara Ika FIB Undip dengan pihak civitas kampus Undip.

Dalam kesempatan tersebut Dekan FIB Undip Dr Nurhayati selaku perwakilan Undip, menyatakan bangga adanya kegiatan reuni tersebut. Dan dalam kesempatan itu Nurhayati mengungkapkan karena Undip saat ini merupakan PTN Badan Hukum ada sebuah keharusan yang membutuhkan keterlibatan para alumni.

“Yakni dan infak atau dana mandiri ini berasal dari alumni kemudian dana itu dikelola untuk pemberdayaan mahasiswa. Katakanlah terkumpul Rp100 juta, nanti dana ini diharapkan semakin bertambah bukan malah semakin berkurang,” kata Nurhayati.

Dana itu diharapkan bisa menjadi modal produktif, sehingga pada periode berikutnya, uang tersebut akan masuk kembali ke dana mandiri tersebut.

“Sehingga keterlibatan teman teman alumni itu sudah sangat luar biasa. Dana kami ditarget oleh Universitas antara Rp 250-400 juta,” lanjutnya.

Oleh itu, sambung Nurhayati, pihaknya mengimbau dan mengharap untuk IKA FIB bisa memobilisasi dana tersebut. “Keterlibatan dari alumni bukan hanya berhenti dengan menyerahkan dana tersebut, namun juga ikut mengelola. Sehingga akuntabilitas publiknya dan transparansinya dapat dipertanggungjawabkan,” kata Nurhayati.

Menanggapi hal itu Agustina Wilujeng mengaku akan membahas hal tersebut dengan pengurus IKA FIB Undip. “Nanti akan kita pelajari apakah dalam AD ART ada mengatur program tersebut, bila ada mekanismenya kayak gimana dan bila tidak ada bagaimana kita bisa memasukkannya agar bisa terlibat,” kata AGustina WIlujeng.

Sementara Sekertaris Dirjen Kemendikbud Prof Dr Nunuk Suryani MPd, yang juga alumni FIB Undip merasa bangga bisa bertemu dengan para alumni. Guru Besar Sejarah itu siap membantu almamaternya, terutama membuka akses jejaring.

“Jejaring dengan alumni bisa membuka akses lulusan, untuk mendapatkan pekerjaan setelah menempuh pendidikan yang dilewati,” ucap Prof Nunuk. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.