Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

IJTI Pengda Jawa Tengah Gelar Workshop Peliputan Bidang Ekonomi dan Rapat Kerja 2019

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah menggelar workshop peliputan bidang ekonomi dan rapat kerja di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Jawa Tengah, Sabtu (19/10/2019).

 

HALO SEMARANG – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah menggelar workshop peliputan bidang ekonomi dan rapat kerja di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Jawa Tengah, Sabtu (19/10/2019).
Pada workshop ini menghadirkan pakar ekonomi Dr Taofik Hidajat, SE, MSi dan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Dra Peni Rahayu MSi.

Pada workshop tersebut, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu dalam sambutannya mengatakan, pembangunan ekonomi di Jawa Tengah akan mengalami percepatan hingga 4 tahun ke depan. Target peningkatan ekonomi 7,3 persen hingga tahun 2023. Untuk mewujudkan peningkatan tersebut dibutuhkan investasi Rp 3.058 triliun. Dengan rincian tahun 2019 Rp 466 triliun, 2020 Rp 531 triliun, 2021 Rp 603 triliun, 2022 Rp 684 triliun, dan pada tahun 2023 Rp 774 triliun.

”Untuk hal pertumbuhan ekonomi tersebut Pemprov Jawa Tengah mendorong investasi industri strategis masuk ke Jateng. Membangun infrastruktur dasar, mendorong eskpor dan subtitusi impor, penguatan sumber daya manusia agar dapat mempunyai tenaga kerja yang dibutuhkan industri yang akan berkembang di Jawa Tengah, serta melakukan pengembangan sektor pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu Taofik Hidajat yang juga pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang menyampaikan pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi para jurnalis. Menurutnya banyak masyarakat mengesampingkan literasi keuangan.

“Disadari literasi keuangan yang diketahui oleh masyarakat masih pada perbankan. Namun demikian orang bisa jadi inklusif tapi tidak literate, karena hanya ikut-ikutan dengan masyarakat lain. Ambil contoh masyarakat saat ini banyak yang terjebak pada pinjaman online. Masyarakat juga masih banyak yang terjebak dalam investasi bodong dengan skema ponzi dan piramida. Adapun total kerugian akibat investasi bodong Rp 88,88 triliun dalam 10 tahun,” jelasnya.

Acara yang diikuti oleh anggota, dan pengurus IJTI Pengda Jawa Tengah serta anggota dan pengurus IJTI Muria Raya ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman para jurnalis di bidang ekonomi. Termasuk kemampuan bagaimana jurnalis mampu menganalisa situasi ekonomi regional Jawa Tengah dan nasional, serta memprediksi dan mendorong peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.

“Selanjutnya meningkatkan pemahaman dimaksudkan agar para jurnalis familiar terhadap istilah-istilah ekonomi, sehingga dalam menuliskan karya jurnalistiknya sesuai dengan istilah yang biasa di bidang ekonomi. Misalnya mengerti apa itu NPL (Non Perdomance Loan-red), serta istilah-istilah lain di bidang ekonomi dan perbankan,” kata Ketua IJTI Pengda Jawa Tengah, Teguh Hadi Prayitno.

Usai workshop, juga dilaksanakan rapat kerja IJTI Pengda Jawa Tengah yang membahas dan menetapkan program kerja untuk tahun 2020. Teguh Hadi Prayitno menyatakan, dalam raker tersebut memutuskan ada kegiatan tahunan, setengah tahunan, dan kegiatan bulanan.

“Program bulanan yaitu program forum group discussion dengan tema tema aktual saat itu. Program setengah tahunan adalah menyelenggarakan acara seminar dalam skala besar yang bekerja sama dengan berbagai pihak. Sedangkan program tahunannya adalah mengadakan uji kompetensi jurnalis untuk meningkatkan profesionalisme jurnalisme televisi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Pada raker tersebut, IJTI Pengda Jawa Tengah juga merekomendasikan pembentukan koordinator daerah antara lain korda Solo Raya, Muria Raya, Kedu Raya, Banyumas Raya, dan Korda Pantura Barat.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang