Ibu Ini Tega Buang Bayinya Ke Sungai

Polisi memeriksa RA, tersangka pembuang jasad bayi di Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara.

 

HALO BANJARNEGARA – Satreskrim Polres Banjarnegara berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi yang terjadi pada akhir tahun 2020 di Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Fahmi Arifrianto, melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi mengatakan, awal mula penemuan jasad bayi ini setelah ada laporan dari warga yang menemukan jasad bayi terbungkus plastik di bawah Jembatan aliran Sungai Serayu, Waduk Jendral Soedirman, Desa Tapen Rt 01 RW 04, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara, Sabtu (26/12/2020) lalu.

Seorang warga yang sedang menjala ikan melihat sebuah tas warna putih yang mengapung di pinggir aliran sungai. Setelah diperiksa, ternyata tas tersebut berisi jasad bayi. Temuan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan perangkat desa setempat.

“Setelah datang ke lokasi, anggota Polsek Wanadadi mengevakuasi dan membawa bayi tersebut ke RSUD Hj Anna Lasmanah Kolopaking Banjarnegara,” kata Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, Iptu Donna Briadi, Jumat (5/3/2021).

Polisi kemudian menyelidiki kasus ini, dengan mengantongi beberapa barang bukti.

“Hasil pemeriksaan diperkirakan bayi laki-laki tersebut telah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum dibuang,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Kecamatan Sigaluh Banjarnegara di rumah salah satu warga tinggal seorang wanita yang diketahui hamil dan telah melahirkan, akan tetapi bayi tidak diketahui keberadaannya.

Mendapat informasi tersebut, tanggal 18 Januari 2021 anggota Satreskrim Polres Banjarnegara beserta anggota Polsek Wanadadi bekerja sama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi.

“Sesampainya di lokasi, kami menemui pemilik rumah dan wanita yang diketahui bernama RA (23), warga Kecamatan Mandiraja. Kemudian dua warga tersebut kami bawa ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kasat Reskrim mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan, RA mengakui telah melahirkan bayi seorang diri di kamar sebuah rumah di Kelurahan Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 03.30 WIB.

Setelah melahirkan kemudian tersangka melakukan kekerasan fisik terhadap bayi yang baru dilahirkan hingga meninggal dunia.

Hal itu dilakukan dia takut ketahuan melahirkan anak yang merupakan hasil hubungan gelap. Setelah meninggal mayat bayi tersebut bersama plasenta dibungkus plastik lalu dimasukan ke dalam tas kain warna putih dan dibuang ke sungai.

Atas perbuatan tersangka, RA dapat diancam dengan pasal perlindungan anak dan atau Pasal 342 KUHP.

“Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan ditambah sepertiga karena pelaku orang tua kandung,” imbuhnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.