HUT Ke-165 Cilacap Diperingati dengan Sunat Massal dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap Teti Rohatiningsih memberikan santunan kepada anak yatim pada rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten CIlacap ke – 165. (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Pemkab Cilacap memperingati HUT-Ke165 Cilacap dengan melaksanakan beragam kegiatan yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain roadshow khitanan massal dan bakti sosial, seperti yang diselenggarakan di Kecamatan Jeruklegi, Kawunganten, Bantarsari, dan Kecamatan Gandrungmangu, Kamis (18/3).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap Teti Rohatiningsih, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap Ira Tanti, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Suswatiningsih Farid Ma’ruf, serta panitia Hari Jadi Cilacap.

Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Teti Rohatiningsih dalam sambutannya, mengatakan Hari Jadi Kabupaten Cilacap tahun ini berlangsung secara sederhana.

Dengan tema ‘Mantapkan Bangga Mbangun Desa Menuju Cilacap Sehat’, pilar kesehatan menjadi prioritas di tengah pandemi Covid-19.

“Bangga Mbangun Desa merupakan semangat gotong royong untuk saling membantu, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Termasuk dalam merayakan Hari Jadi Cilacap dengan mengusung pilar kesehatan, yakni khitanan massal dan sosialisasi protokol kesehatan”, kata Teti, seperti dirilis Cilacapkab.go.id.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman dalam kesempatan ini memberikan apresiasi dan ucapa terima kasih kepada segenap donatur, dalam hal ini Baznas Kabupaten Cilacap dan BPD Bank Jateng Cilacap. Dengan kemitraan ini, diharapkan kesejahteran masyarakat juga dapat ditingkatkan.

“Baznas  sebagian besar dananya dari kami juga para ASN. Tahun 2020 ditarget Rp 10 milyar terealisasi Rp 12 milyar. Tahun 2021 targetnya Rp 15 milyar mudah mudahan tercapai”, kata Wabup.

Khitanan massal dialokasikan untuk 10 bujang sunat di tiap kecamatan. Demikian juga untuk santunan anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Namun karena apresiasi masyarakat yang tinggi, sejumlah kecamatan berinisiatif menambah alokasi santunan dan khitanan.

Sedangkan untuk bedah rumah tidak layak huni. Tiap kecamatan mendapatkan kuota 1 penerima dengan nilai bantuan Rp 11,5 juta. Wakil Bupati berpesan agar pihak kecamatan melakukan pendampingan agar bantuan ini efektif dan dipergunakan sebagaimana mestinya.(HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.