in

Hujan Deras Mulai Sebabkan Sejumlah Titik Terjadi Banjir dan Longsor, Ini Langkah Antisipasi Pemkot Semarang

Caption foto: Petugas BPBD Kota Semarang mengecek kondisi atap kelas di TK PGRI 28 Jalan Kawi Kelurahan Wonotingal Kecamatan Candisari yang ambrol, Selasa (18/10/2022) malam.

HALO SEMARANG – Sejumlah titik banjir terjadi usai hujan dengan intensitas deras yang disertai angin kencang mengguyur Kota Semarang pada Selasa (18/10/2022) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

 

Data dari BPBD Kota Semarang, akibat cuaca ekstrim ini di beberapa daerah ada titik banjir dan tanah longsor. Untuk banjir ketinggian air berkisar 10- 15 centimeter, seperti yang terpantau di Jalan Setiabudi tepatnya di depan Raja Besi, Banyumanik. Genangan ini disebabkan selokan tidak mampu menampung genangan air sehingga melimpas di jalan beberapa jam.

“Lalu genangan mulai surut pada 16.30 WIB,” kata Sektetaris BPBD Kota Semarang, Winarsono, Rabu (19/10/2022).

Titik banjir juga terjadi di bawah jembatan tol Kaligawe, depan pintu masuk RSI Sultan agung pada pukul 18.00 WIB masih terdapat genangan 10-15 centimeter.

Kemudian Jalan Gajah raya tepatnya pertigaan Jalotundo, genangan air mencapai 10-15 centimeter dikarenakan ada pengerjaan gorong-gorong jalan.

“Jalan Sawah Besar atau tambak dalam ada genangan sekitar 5-10 centimeter,” imbuhnya.

Sedangkan untuk titik tanah longsor berada di Jalan Candi Losmen RT 03 RW.09 Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Dan talut jalan longsor di Jalan Setia Budi Banyumanik, tepatnya di depan Dealer Wuling, serta talut makam longsor di Puri Srondol Kulon.

Selain itu kejadian bencana ini berdampak pada atap kelas di TK PGRI 28 Jalan Kawi Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari ambrol.

BPBD saat ini telah memetakan sejumlah titik rawan bencana untuk langkah antisipasi.

 

“Kita siagakan posko kebencanaan selama 24 jam. Mereka siap bergerak jika ada laporan bencana yang terjadi,” paparnya.

Menurutnya pemantauan situasi di daerah rawan bencana dilakukan selama 24 jam melalui radio, grup WhatsApp ataupun secara langsung. Misalnya banjir, ataupun tanah longsor.

“Untuk titik rawan longsor ada di Kecamatan Gajahmungkur, Candisari, Tembalang dan Banyumanik,” jelasnya.

Ia menambahkan, BPBD juga menyiagakan pompa sebagai persiapan jika terjadi banjir. Jumlah ada lima pompa yang siap digunakan kapanpun.

“Ada 5 pompa air yang disiagakan BPBD Kota Semarang dan bisa digunakan saat kondisi darurat,” terangnya.

Sementara itu, Kasi SDA dan Drainase DPU Kota Semarang Muhammad Hisyam Azhari menambahkan, pihaknya juga menyiapkan 119 pompa air yang tersebar di beberapa titik rawan banjir. Tak hanya itu, DPU juga menyiapkan pompa air portabel yang bisa digunakan saat kondisi darurat.

“119 pompa itu ada di dalam 59 rumah pompa, semuanya beroperasi maksimal,” paparnya.

DPU kata dia, juga melakukan pengecekan secara berkala agar kondisi pompa tetap prima saat musim hujan. Ia mencontohkan pengoperasian secara berkala juga dilakukan.

“Kita lakukan pengecekan setiap hari, jadi kalau ada yang rusak bisa langsung diperbaiki. Sampai saat ini semua pompa siap digunakan,” ungkapya.

Sejumlah pompa portabel juga disiapkan ketika ada titik genangan yang dirasa tinggi. Dia  di beberapa titik rawan banjir. Mimenambahkan, pompa portabel yang disiapkan DPU juga sudah disebarsalnya di Dinar Meteseh yang sudah kami tempatkan pompa portabel sebagai antisipasi jika terjadi banjir. (HS-06)

Standar Pelayanan Minimal Kebencanaan di Grobogan Perlu Diintegrasikan ke Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah

Resmikan Gedung KH Achmad Azhar Basyir di RSI Muhammadiyah Kendal, Ini Harapan Haedar Nashir