Honda Brio Tak Termiliki, Pemandu Lagu di Kebumen Ditipu Chef Gadungan

Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id

 

HALO KEBUMEN – Seorang perempuan, PP (19) warga Desa Tambaksari, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan TE (32), warga Desa Seliling Kecamatan Alian, Kebumen.

Kapolsek Kebumen, AKP Tarjono Sapto Nugroho, mengatakan kasus itu bermula saat keduanya bertemu di sebuah kamar hotel. Sebelumnya, pasangan berlainan jenis tersebut, berkenalan lewat aplikasi pencari jodoh.

“Saat keduanya bertemu di kamar sebuah hotel, tersangka bercerita bahwa dia adalah seorang koki di sebuah hotel mewah di Pulau Bali,” jelas AKP Tarjono, didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman, Minggu (14/3), seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Kepada korban, tersangka juga mengatakan gajinya sebagai chef di hotel mewah tersebut mencapai Rp 50 juta per bulan.

Rupanya korban termakan oleh rayuan itu dan mengiyakan semua permintaan pelaku, termasuk melayaninya di hotel. Korban juga meminta agar tersangka membelikannya sebuah mobil Honda Brio seharga Rp 100 juta.

Permintaan korban itu diiyakan oleh pelaku, dengan syarat tersangka diberi uang muka Rp 25 juta. Tersangka berjanji akan melunasi sisa pembayaran, yakni Rp 75 juta.

Korban pun mentransfer uang Rp 15 juta kepada tersangka, Kamis (11/2) setelah pertemuan kedua. Adapun untuk uang Rp 10 juta, kembali ditransfer korban, pada Jumat (19/2).

Tetapi setelah mengirim uang Rp 25 juta tersebut, nomor Whatsapp korban diblokir oleh tersangka. ‘’Korban pun akhirnya yakin bahwa dia telah menjadi korban penipuan,” kata Kapolsek Kebumen.

Setelah sadar menjadi korban penipuan, PP yang bekerja sebagai pemandu lagu itu, melaporkan ke Polsek Kebumen.

Mendapat laporan itu, polisi pun segera melakukan penyelidikan dan memburu tersangka. Unit Reskrim Polsek Kebumen, akhirnya berhasil menangkap tersangka, Senin (8/3) malam, di Pantai Menganti, Kebumen bersama perempuan lain.

“Uang hasil menipu, oleh tersangka dihabiskan untuk foya-foya bersama wanita lain, serta digunakan untuk kepentingan pribadinya,” kata Kapolsek.

Kepada polisi, tersangka mengaku hanya lulusan SD dan tidak bekerja sebagai chef di hotel mewah. Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan meringkuk di kamar hotel prodeo.

Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.