Home Stay Borobudur Selesai Desember

Foto : pu.go.id

 

HALO SEMARANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan optimistis pembangunan infrastruktur pendukung Borobudur dan empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) lain di Indonesia, akan selesai seluruhnya pada 2021.

Khusus untuk penataan di KSPN Borobudur, menurut Basuki secara umum sudah bagus. Salah satunya adalah bantuan rumah swadaya masyarakat, untuk digunakan sebagai pondok wisata (homestay), yang ditargetkan selesai Desember 2020.

Kementerian PUPR juga membangun empat gerbang, sebagai penanda masuk koridor utama ke arah Candi Borobudur, yakni Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo, Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, dan Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo.

“Untuk Gerbang Klangon saat ini progresnya sudah 93,16%,” ujarnya, seperti diberitakan laman pu.go.id.

 

Lokasi pintu gerbang menuju ke KSPN Borobudur. (Gambar: pu.go.id)

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai visi Presiden Joko Widodo, di Indonesia bakal dikembangkan 10 KSPN, atau yang juga dikenal dengan sebutan 10 “Bali Baru”.

Selain Borobudur, beberapa KSPN yang menjadi prioritas, antara lain Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado Bitung-Likupang.

“Saat ini progres pembangunan KSPN Super Prioritas, hingga pertengahan November 2020, telah mencapai 57,85 %. Adapun serapan anggaran mencapai Rp 2,64 triliun dari total anggaran Rp 3,81 triliun atau sebesar 69,36% untuk 5 KSPN Super Prioritas, yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan bajo dan Likupang-Manado-Bitung,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Untuk rinciannya, pembangunan KSPN di Danau Toba senilai Rp1,25 triliun, sudah terserap Rp934 miliar atau 74 persen. Kemudian KSPN Borobudur terserap Rp718 miliar atau 72 persen dari total anggaran Rp 991 miliar.

Selanjutnya KSPN Mandalika dengan realisasi Rp226 miliar atau 65 persen dari yang dianggarkan senilai Rp347 miliar. Kemudian KSPN Labuan Bajo total anggaran Rp863 miliar telah terserap Rp519 miliar atau 60 persen.

“Sedangkan KSPN Likupang-Manado-Bitung serapan mencapai Rp244 miliar atau 68 persen dari total dana Rp357 miliar,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mencontohkan, pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara sebagai destinasi wisata unggulan.

Untuk infrastruktur yang dibangun, antara lain Jalan Lingkar Samosir, pelebaran alur Tano Ponggol dan Jembatan Tano Ponggol, Revitalisasi Danau Toba, Instalasi Pengolahan Air, Sanitasi, Penataan Kawasan Tepi Danau Toba, dan peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pondok wisata (homestay).

Selanjutnya untuk dukungan Kementerian PUPR pada KSPN Mandalika di antaranya meliputi konektivitas, pengendali banjir serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata.

“Untuk pembangunan saluran pengendali banjir KEK Mandalika saat ini progres fisiknya mencapai 96,91% dan ditargetkan dapat selesai pada Desember 2020. Anggaran pembangunan pengendali banjir ini Rp 75 miliar. Sedangkan untuk penataan kawasan 3 Gili dengan anggaran Rp 24,9 miliar saat ini progresnya 22,36%,” kata Menteri Basuki.

Di KSPN Labuan Bajo, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan peningkatan jalan, penataan trotoar, dan drainase Jalan Soekarno-Hatta bawah dengan biaya Rp 42,79 miliar di mana progresnya saat ini sebesar 70,69%.

“Adapun untuk Penataan Kawasan Goa Batu Cermin saat ini progresnya sudah 64,27% dengan anggaran Rp 27,5 miliar,” tutur Menteri Basuki.

Terakhir untuk penataan KSPN Likupang, Menteri Basuki mengatakan untuk yang sudah rampung pekerjaannya 100% adalah pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Likupang sepanjang 1 Km dengan anggaran Rp 10,88 miliar. Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan Pulau Bunaken dan Pantai Paal Likupang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik serta menciptakan pariwisata bahari yang kental dengan budaya lokal dan representatif bagi wisatawan berkelas dunia.

Pembangunan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman diantaranya penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata.

Di samping itu, berkaitan dengan Pandemi Covid-19 terdapat beberapa masukan Standar Protokol Keamanan dan Keselamatan Terpadu di destinasi pariwisata, antara lain penyediaan toilet dengan kualitas bintang 4 untuk KSPN Labuan Bajo dan Borobudur yang premium serta bintang 3 untuk KSPN lainnya. Kemudian penyediaan fasilitas cuci tangan di area- area pedestrian dan destinasi wisata (pasar/UMKM/area souvenir), pelayanan bagi difabel, jaringan dan alat komunikasi, serta dukungan peralatan serta alat transportasi yang baik dan siap digunakan untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana.(HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.