Hitam-Putih Weleri, Cafe Nuansa Spot Kereta Api

Suasana di Kafe Hotam Putih Desa Nawangsari RT 07 RW 02, Kecamatan Weleri Kendal.

 

HALO KENDAL – Nongkrong di kafe telah menjadi kebiasaan masyarakat khususnya kawula muda. Karena saat berada kafe, banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Mulai dari nongkrong santai sampai ngobrol bertukar pikiran, sambil menikmati secangkir kopi dan beraneka macam makanan ringan.

Maka tak heran di Kabupaten Kendal kini semakin banyak bermunculan kafe-kafe dengan konsep yang unik dan biasanya pemilihan lokasi kafe lebih banyak di pusat keramaian.

Namun berbeda yang dilakukan Subhan Zaenul Ikhsan (48), kafe yang dikelolanya bukan di pusat keramaian. Tapi justru berada di pinggir rel kereta api yang masih aktif.

“Jadi, sambil menikmati kopi, pengunjung kafe kami, bisa melihat kereta api, yang lewat setiap jam,” kata Subhan saat dikunjungi halosemarang.id, Jumat (2/4/2021).

Dikatakan, kafe yang didirikan di wilayah Weleri, Kendal sejak tahun 2019 dan diberi nam Kafe “Hitam Putih” tersebut, awalnya menyasar segmen pelajar dan mahasiswa dengan harga yang terjangkau.

“Awal buka tahun 2019, saya tadinya mencoba membuka kafe ini hanya untuk pelajar dan mahasiswa saja. Jadi semua harga saya patok terjangkau untuk kalangan mahasiswa dan pelajar,” terang Subhan.

Ia pun menceritakan, sebelum membuka kafe dulunya dirinya adalah agen pulsa di Weleri. Namun seiring banyaknya penjualan melalui media sosial yang harganya kompetitif, ia pun banting stir.

Untuk itulah, di kediamannya di Desa Nawangsari RT 07 RW 02, ditambah lahan mungil di pinggir rel kereta, yang kemudian ia manfaatkan untuk pengunjung menikmati kopi.

“Jarak antara rel kereta api dan area pengunjung lumayan dekat, tapi dalam batas yang aman, karena berada di luar pagar pembatas antara rel dengan permukiman warga,” jelas Subhan.

Menu yang ditawarkan di kafe unik ini cukup beragam. Mulai dari berbagai jenis kopi lokal khas Kendal seperti Robusta, Liberica, dan Arabica sampai ke menu minuman di luar kopi.

Bukan hanya menu kopi dan minuman saja, kafe Hitam Putih juga menawarkan aneka jajaran ringan dan hidangan makan.

“Bukan hanya kopi dan minuman, kami juga menawarkan menu makan seperti ayam geprek, fire cheese chiken, chiken black papper atau ayam lada hitam. Untuk harga kami sediakan paket, contoh ayam lada hitam hanya Rp 15.000 untuk paketnya. Terjangkau bukan,” jelas Subhan.

Saat ditanya apakah income bisa surplus, Subhan mengaku incomenya selama ini cukup lumayan. Karena setiap malam tertentu pengunjung membludak.

Apalagi untuk tenaga, dirinya hanya mengandalkan anak-anaknya, ditambah dua tenaga dari warga sekitar.

“Saya memperkenalkan dan mempromosikan kafe ini melalui jejaring media sosial. Bahkan banyak pengunjung yang datang mengaku melihat status dari teman-temannya di media sosial dan merasa penasaran,” ungkapnya.

Menurutnya, yang jadi daya tarik berbeda dari kafe yang lain adalah nuansa kereta api.

Jadi, sambil menikmati kopi bisa melihat kereta api lewat setiap jam.

“Keluarga yang mempunyai anak kecil banyak juga yang berkunjung. Karena kafe berada di pinggir rel. Karena si anak mengajak jajan di tempat kami sambil melihat kereta api yang lewat,” imbuhnya.

Salah seorang pengungjung, Anik warga Weleri mengaku senang makan di cafe Hitam Putih bersama teman-temannya. Menurutnya, untuk harga terjangkau, dan menunya variatif.

“Ya kadang kalau ingin makan sama teman-teman saya ke sini. Karena dekat dari kampung saya. Harga menunya murah dan banyak pilhan, juga masakannya enak. Udah gitu bisa menikmati kereta api yang lewat,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.