in

Hiraukan PPKM Level 4, Satpol PP Semarang Tertibkan Puluhan PKL

Satpol PP Kota Semarang saat melakukan penertiban PKL yang melebihi jam batas operasional atau melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) No 49 Tahun 2021.

 

HALO SEMARANG – Meskipun PPKM Level 4 di Kota Semarang sudah diperlonggar, namun peraturan terkait pembatasan jam operasional masih diberlakukan. Aturan itu tertuang jelas dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) No 49 Tahun 2021.

Namun Perwal itu masih dihiraukan oleh para pedagang kaki lima (PKL). Akibatnya, Satpol PP Kota Semarang harus membubarkan puluhan pedagang kaki lima di beberapa ruas jalan Kota Semarang, Minggu (15/8/2021) malam.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menyampaikan, jika pihaknya sudah banyak mendapat laporan terkait masyarakat yang melanggar jam operasional dan peraturan Perwal.

Setelah mengetahui hak tersebut, kemudian dia bersama jajarannya langsung memastikan laporan tersebut dan masih banyak ditemukan pelanggaran oleh PKL sehingga harus dilakukan penindakan.

“Itu PKL-PKL bandel. Sudah jelas Perwal PPKM Level 4 jam 20.00 harus tutup,”  ujar Fajar.

Giat yustisi PKL yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang berlangsung dari pukul 21.00 sampai 22.00. Sementara lokasi yustisi berada di Jalan Thamrin, Pujasera Simpang Lima, Jalan Imam Bardjo Kawasan Undip Pleburan, dan Jalah KH Ahmad Dahlan atau di sekitar Rumah Sakit Telogorejo.

Adapun pada giat yustisi itu Satpol PP menyita sejumlah perkakas dari PKL yang masih nekat buka. Antara lain seperti kursi, gas elpiji, dan sejumlah perkakas masak.

“Ini Covid-19 sudah turun di angka 231 yang positif. Kemarin itu sampai ribuan. Jadi kami Satpol PP harus bertindak karena tidak ingin kasus melonjak kembali,” terang Fajar.

Selain PKL, Satpol PP Kota Semarang juga menyegel dua kafe yang nekat buka melebihi jam operasional. Yakni di Beli Kopi Cafe di Jalan MH Thamrin dan River View Cafe di Jalan Ahmad Dahlan.

Maka dari itu Fajar mewakili Satpol PP Kota Semarang kembali berpesan kepada masyarakat agar jangan lengah. Sebab meskipun Covid-19 sedang turun masyarakat tidak boleh lengah.

“Jangan menyepelekan. Kalau Covid-19 melonjak lagi semua ikut susah,” pungkas Fajar.(HS)

Share This

Hingga Juli 2021, Pendapatan TPI Pekalongan Capai 39,21 persen

PSIS Resmi Miliki Bus Baru