Himpaudi Bersama Dinas Pendidikan Gelar Seminar Parenting

Seminar “Parenting dan Peran Bunda Paud Menuju Layanan Paud Berkualitas”, yang diselenggarakan secara daring dan luring, oleh Himpaudi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, di Ruang Purwokerto Smart Room Graha Satria Purwokerto. (Foto : Banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Orang tua dan guru untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), diminta menciptakan metode belajar yang menarik bagi anak.

Metode belajar yang menarik dari rumah, penting bagi anak karena pandemi Covid-19 masih berlangsung dan mereka belum dapat belajar secara tatap muka dengan guru.

Hal itu disampaikan bunda PAUD Kabupaten Banyumas, Erna Husein ketika menjadi narasumber, dalam seminar “Parenting dan Peran Bunda Paud Menuju Layanan Paud Berkualitas”.

Acara tersebut diselenggarakan secara daring dan luring, oleh Himpaudi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, di Ruang Purwokerto Smart Room Graha Satria Purwokerto, Rabu (7/4).

Selain Bunda PAUD Banyumas sebagai narasumber adalah Praktisi PAUD tingkat nasional, Sisilia.

Lebih lanjut Erna Husein, mengatakan sampai saat ini Pemerintah Pusat belum memastikan pembukaan sekolah, untuk kegiatan belajar secara tatap muka, khususnya jenjang PAUD.

Selama menunggu dan belajar dari rumah, orang tua dan guru diharapkan mampu menciptakan metode belajar seru, sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19.

“Apalagi anak-anak PAUD kita, saya paham para orang tua sudah jenuh dan guru harus bersabar di masa pandemi ini. Untuk itu lakukan koordinasi dan komunikasi intens dengan para orang tua. Masa pandemi ini memang berat, tetapi jangan sampai kita lalai memperhatikan tumbuh kembang anak-anak kita,” pesan Erna Husein, seperti dirilis Banyumaskab.go.id.

Meskipun penuh tantangan dan perlu adaptasi dalam menghadapi pandemi, Erna Husein berharap para orang tua dan guru fokus dengan hal-hal positif. Misalnya, orang tua menjadi memiliki banyak waktu dengan anak dan memperhatikan tumbuh kembang anak. Sedangkan bagi para guru, menjadi ajang untuk lebih peka dan memahami perkembangan teknologi dan proses mengajar melalui teknologi digital.

“Saya paham, bagi para orang tua mungkin ada yang jenuh karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tumbuhkan selalu kesabaran dan cari metode-metode belajar yang kreatif agar anak tidak bosan, dan di sisi lain juga tidak mengesampingkan pekerjaan para orang tua,” tuturnya.

Webinar ini juga menghadirkan Ketua Umum Himpaudi Pusat, Netti Herawati, yang menyapa ratusan peserta,  terdiri atas anggota Himpaudi, Bunda PAUD kecamatan, dan desa serta perwakilan orang tua.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Didi Rudwianto, yang hadir mewakili Bupati Banyumas Achmad Husein, juga menyapa dan memotivasi para peserta.

Sementara itu Praktisi PAUD, Sisilia mengatakan agar para guru dan orang tua senantiasa memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi terkait tumbuh kembang anak. Kepada para orang tua, Sisilia berpesan bahwa belajar tidak melulu dilakukan dengan metode yang serius dan formal.

“Manfaatkan situasi apapun, sesusi keinginan anak. Misal anak ingin bermain air dengan tanah, disitu orang tua bisa mengajari warna coklat misalnya. Serta bisa belajar dengan hal-hal sederhana disekitar seperti berhitung, belajar warna dan lainnya. Berikan penghargaan dan pujian saat mereka melakukan sesuatu dengan benar,” ucap Sisilia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas dimasa pandemi sesusi keputusan 4 menteri, masih memberlakukan pemberlajaran jarak jauh.

Meski demikian dalam keadaan tertentu apabila ada orang tua yang betul-betul ada keterbatasan diberi kesempatan untuk kegiatan visiting dangan 2-3 anak.

“Kebijakan Pak Bupati bahwa kesehatan adalah hal yang utama, sehingga kebijakan masih pembelajaran jarak jauh namun masih ada toleransi apabila ada orang tua yang betul-betul ada keterbatasan diberi kesempatan untuk kegiatan visiting dangan 2-3 anak. Namun tidak boleh semua anak agar guru tidak terlalu capek dan justru bisa menurunkan imun,” kata Irawati. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.