in

Heri Pudyatmoko: Jelang Nataru, Ancaman Banjir Dan Rob Harus Jadi Perhatian Serius

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Ancaman banjir dan rob di wilayah pesisir utara Jawa Tengah menjadi persoalan yang harus diperhatikan serius oleh Pemprov Jateng saat musim hujan ini. Apalagi jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), diperkirakan akan ada lonjakan arus lalu lintas di Jawa Tengah.

Jawa Tengah sendiri merupakan lintasan maupun tujuan perjalanan terbesar saat libur panjang, dengan prediksi 14,86 juta orang atau 13,80 persen.

Bahkan, Jateng juga menjadi provinsi dengan pergerakan terbesar, yakni sekitar 14,22 juta orang atau 13,21 persen. Untuk itu, semua aspek harus disiapkan dengan baik.

“Rob dan banjir di wilayah Pantura, dikhawatirkan akan mengganggu lalu lintas. Saat ada rob di wilayah Pekalongan, Kota Semarang, atau Demak, kerap menyebabkan macet yang sangat parah. Ini tentu mengganggu kenyamanan warga maupun pengguna jalan, khususnya saat arus lalu lintas padat kala libur Natal dan Tahun Baru,” kata Politisi Partai Gerindra Tersebut, baru-baru ini.

Dikatakan, berbagai upaya harus dilakukan Pemprov Jateng maupun pemerintah daerah dalam mengatasi masalah rob dan banjir di pesisir Pantura. Pemprov Jateng harus bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) di Kabupaten/Kota se-Jateng maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang berada di Jateng secara intens.

“Misalnya meminta agar Pemkab/Pemkot segera melakukan pembersihan saluran air, ini penting karena seringkali banjir terjadi karena sumbatan sampah dan sedimentasi. Juga menyiagakan pompa pengendali banjir, atau kalau perlu menambahnya. Tidak hanya masalah lalu lintas, rob dan banjir ini tentu memberi dampak yang tidak baik bagi warga di kawasan pesisir, maka perlu ada penanganan serius,” katanya.

Beberapa sungai besar, lanjut politisi yang akrab disapa Heri Londo ini, memang menjadi tanggung jawab BBWS, sehingga koordinasi dengan BBWS perlu dilakukan agar antisipasi banjir sejak dini bisa dilakukan.

Pihaknya mengaku mendapat banyak laporan tentang kondisi sungai yang cukup memprihatinkan, dengan sedimentasi yang parah. “Ternyata banyak ditemukan sampah yang menyumbat drainase dan ini menyebabkan genangan-genangan. Karena air tidak bisa mengalir dengan lancar. Sampah juga dapat menghambat kinerja pompa pengendali banjir,” jelasnya.

Heri Londo juga mengimbau agar masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Dia mendorong masyarakat agar mulai dengan pilah-pilah sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah rumah tangga, menurut Heri Pudyatmoko sangat penting karena bisa mengurangi sampah yang dibuang.

Sementara mengantisipasi potensi banjir di sejumlah wilayah, Pemprov Jateng diminta melakukan pemetaan dan menyiapkan langkah antisipasi. “Pentingnya pemetaan wilayah rawan banjir ini ialah sebagai upaya penanganan dan antisipasi. Masyarakat yang berada di wilayah tersebut pun dapat mempersiapkan apabila terjadi hujan lebat dengan curah hujan yang tinggi,” tandasnya.(Advetorial-HS)

Dinsos Kendal : Bantuan PKH Harus Bisa Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Jokowi Apresiasi Kinerja dan Kerja Cepat Kementerian PUPR