Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Hendi Siap Kembangkan Potensi Wisata Kampung Arab

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berdialog dengan warga di sela kegiatan jalan sehat bersama warga Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara pada Kamis (14/11/2019).

 

HALO SEMARANG – Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku siap mengembangkan potensi Kampung Arab sebagai salah satu tujuan wisata di Kota Semarang. Hal ini disampaikan Hendi, sapaan akrab wali kota saat jalan sehat bersama warga Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara pada Kamis (14/11/2019). “Panjenengan itu punya peninggalan sejarah, yaitu Masjid Layur. Orang itu pasti ingin ke Masjid Layur. Kenapa? Karena masjid ini tertua kedua se-Indonesia,” ungkap Hendi di sela acara jalan sehat.

Perbaikan kawasan Kampung Arab di mana Masjid Layur atau Masjid Menara ini berada, akan dikerjakan pasca revitalisasi Kota Lama usai tahun 2020.

“Kami sudah punya perencanaan, yang sekarang sudah hampir jadi yakni Kota Lama. Setelah itu bergeraknya ke arah Kampung Arab, Pak Menteri PUPR pun sudah setuju,” jelas Hendi.

Dengan adanya program revitalisasi atau perbaikan yang memperoleh dukungan dari Menteri PUPR, Hendi berharap wilayah Layur akan semakin cantik.

Selain mengembangkan potensi sejarah & bangunan cagar budaya, Hendi juga menyatakan pentingnya program kampung tematik yang digagas setiap kelurahan untuk sungguh-sungguh dikembangkan.

“Kampung tematik ini bukan hanya untuk seremoni. Tapi kalau sudah selesai semua mau kami promosikan, kita jual di luar kota Semarang. Supaya orang dari luar kota Semarang punya berbagai pilihan wisata jika berkunjung ke Semarang,” tegas Hendi.

Kampung tematik di Dadapsari yang dikembangkan yakni Kampung Manuk (Burung), tema ini dipilih karena warganya memiliki hobi memelihara burung.
Sehingga Hendi meminta kampung tematik ini dikembangkan agar semakin ramai dan ada transaksi ekonomi yang nantinya bisa menjadi sumber penghasilan warga.

Menurut Hendi, kondisi lingkungan di Kelurahan Dadapsari telah banyak mengalami kemajuan. Sehingga kini jarang dijumpai adanya rob dan banjir. “Saya selalu ingat, dulu 2012, 2013, 2014, setiap tahun saya pakai mobil jeep belakangnya berisi sembako, berkeliling Dadapsari soalnya banjir terus,” kenang Hendi.

Kini saat pihaknya berkeliling Dadapsari beberapa kali sudah berbeda, karena rob tidak masuk lagi ke kawasan permukiman.
Untuk itu, politikus PDIP ini mengajak warga untuk merawat lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Monggo dibuat kerja bakti, bagaimana caranya warga semangat gemregah. Misalnya dilombakan, setiap bulan atau setiap tahun dilombakan,” pesannya.

Hendi juga berharap agar semakin banyak upaya untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat sehingga banjir dan rob tidak kembali memasuki pemukiman warga Dadapsari.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang