in

Hendi Sebut Ada Opsi New Normal Parsial untuk Kota Semarang

Para pegawai Pemkot Semarang mengikuti swab test yang dilaksanakan Dinkes Kota di Balai Kota Semarang, Selasa (2/6/2020).

 

HALO SEMARANG – Dengan ditemukannya rentetan klaster baru Covid-19 di Kota Semarang beberapa hari terakhir ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, opsi menjalankan new normal secara utuh akan sulit dijalankan di wilayahnya.

Pasalnya meski beberapa kriteria menjalankan new normal telah dapat terpenuhi, namun melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kota Semarang telah meningkatkan angka rasio penularan (Ro).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut mengungkapkan, Ro kota yang dipimpinnya saat ini ada pada angka 1,47, padahal untuk menjalankan new mormal seharusnya sebuah wilayah mencatatkan Ro di bawah 1.

Hendi menyebutkan, dengan angka positif Covid-19 yang semula sebelum Lebaran berada pada angka 47 orang, dan kemudian melonjak menjadi 127 orang, hampir mustahil memaksakan menjalankan new normal secara penuh.

“Kalau new normal secara keseluruhan, sudah lupakan saja lah. Karena kita hitung Ro kita sampai 30 Mei adalah 1,47. Kalau kita kejar 127 orang menjadi 50 orang dalam lima hari, saya rasa ini sangat berat. Tapi saya belum bisa memutuskan apakah PKM diperpanjang atau tidak. Tapi kalau lihat angkanya kan ini terus naik. Kami akan massifkan lagi patroli dan tes massal secara acak,” tambahnya.

Namun di sisi lain, Hendi menyebutkan masih membuka opsi untuk menjalankan new normal secara parsial, atau menjalankannya pada beberapa sektor satu per satu.

“Kalau bicara new normal nanti kita akan per sektor saja, sektor yang sangat mendesak yaitu sektor tempat ibadah dan tempat olahraga,” ungkap Hendi.

“Dasarnya nanti sesuai dengan Menteri Agama dan juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengelola ibadah, apabila bersepakat akan dibuat pernyataan. Dari dasar itu nanti camat akan meneruskan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang,” terangnya.

Sementara itu terkait sektor pendidikan, Hendi menekankan bahwa saat ini kegiatan belajar mengajar masih dalam masa libur sekolah, sehingga belum didiskusikan.

“Sekolah masih lama, karena masih libur, hari ini anak-anak SD, SMP, SMA masih libur, sehingga tidak didiskusikan hari ini. Nanti kalau mendekati jadwal masuk sekolah, baru akan kami didiskusikan apakah mampu atau tidak mampu,” tekannya.(HS)

Share This

Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Haji Tahun Ini

Klaster Baru Covid-19 Terus Bertambah, Layakkah New Normal di Kota Semarang?