in

Hendi: Pemberlakuan PPKM Darurat Di Semarang Masih Didiskusikan Bagaimana Teknisnya

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan mengikuti aturan dari pemerintah untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali per tanggal 3 Juli 2021 mendatang.

Adapun draft/dokumen PPKM Darurat di Jawa dan Bali tinggal menunggu diumumkan pemerintah dan akan berlaku hingga dua pekan setelahnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, dirinya menyetujui dengan aturan atau kebijakan dari pemerintah pusat terkait aturan PPKM Darurat di Jawa Bali mulai tanggal 3 -20 Juli 2021. Tujuannya adalah memutus mata rantai virus Corona.

“Terkait PPKM Darurat di Kota Semarang belum ada keputusan, lagi kita diskusikan nantinya seperti apa teknisnya. Tapi banyak hal yang sudah terjadi di Kota Semarang seperti pembatasan/pertemuan, pembatasan jam operasional tempat usaha,” terangnya, Kamis (1/6/2021).

Kalau melihat dari aturan PPKM Darurat, kata Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang, kegiatan yang non esensial harus ditutup, kantor di luar Pemkot Semarang harus melaksanakan work from home (WFH), semua mal/pusat perdagangan harus tutup.

“Tapi belum diputuskan, untuk teknisnya dan bagaimana caranya, terutama pengawasannya. Ini lagi diskusikan,” imbuhnya.

“Kita pastikan tanggal 3 Juli 2021 besok implementasikan PPKM Darurat,” ujarnya.

Seperti diketahui dari dokumen final PPKM Darurat, selain mengatur masuk kerja di perkantoran, di antaranya juga mengatur bahwa supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung tak lebih dari 50 persen.

Lalu, restoran dan rumah makan hanya menerima delivery/take away, dan tempat ibadah ditutup sementara. Termasuk penutupan fasum (area publik, taman umum, tempat wisata umum) dan area publik lainnya.(HS)

Share This

Ganjar Siap Laksanakan PPKM Darurat, Polda Jateng Dukung Penuh

Ganjar ke Pemkab Purworejo: Mumpung Belum Tinggi, Segera Diantisipasi