in

Hendi: Pasien Covid-19 di RS Menurun, Aktivitas Warga Sudah Ramai

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

 

HALO SEMARANG – Kondisi perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Semarang per-Senin 6 September 2021 dikategorikan tidak mengkhawatirkan. Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 sudah turun, hanya ada 174 pasien.

Jumlah ini dinilai terkendali ketimbang kondisi beberapa bulan lalu yang mencapai ribuan pasien, hingga mengakibatkan hampir seluruh rumah sakit di Kota Semarang penuh.

Berbagai aktivitas masyarakat di Kota Semarang berangsur berjalan normal.

“Saat ini kondisinya stagnan. Total ada 174 pasien Covid-19, dan sebanyak 130 di antaranya merupakan warga Kota Semarang. Dibandingkan sepekan yang lalu, jumlah pasien warga Semarang yang jumlahnya di bawah 100, ini memang ada kenaikan. Tapi tidak signifikan,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (7/9/2021).

Dikatakan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, situasi di Kota Semarang saat ini berjalan layaknya kondisi normal. Aktivitas masyarakat di berbagai sektor telah memulai aktivitas.

“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, saat ini situasinya hampir seperti normal. Sudah ramai di mana-mana. Jangan lupa, dalam berkegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Pihaknya mengaku saat ini fokus untuk mempercepat program vaksinasi. “Kami bersama Polrestabes Semarang dan Kodim akan melakukan percepatan vaksinasi. Vaksin yang sudah dilakukan per hari ini ada 1.085.000 warga untuk tahap 1, ekuivalen 82 persen dari target 1,3 juta sekian,” papar Hendi.

Sedangkan untuk Vaksinasi Tahap 2, berada di kisaran 700.000-an warga atau setara dengan 53 persen.

“Jadi kami akan terus lakukan percepatan untuk vaksinasi di Kota Semarang. Kalau suplainya normal, akhir September 2021 ini untuk vaksinasi tahap satu lunas (selesai-red). Mudah-mudahan ada supporting dari Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Semarang, Hendi sapaan akrabnya, menilai tidak ditemukan kendala atau hambatan yang menonjol.

“Sejauh ini berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang menyampaikan oke. Beberapa pekan lalu memang baru ada beberapa ruang kelas yang dipakai. Contohnya, tingkat SMP baru kelas 9 yang masuk sekolah. Pada pekan ini baru ditambahi untuk kelas 7. Pekan depan lagi ditambahi kelas 8. Itupun kemampuannya 50 persen dari jumlah siswa yang ada. Sebagian masih tetap menggunakan media daring,” jelasnya.

Sementara untuk SD, lanjutnya, pekan lalu baru kelas 6 dan pekan ini akan ditambah kelas 5 dengan kapasitas 50 persen dari jumlah siswa.(HS)

Share This

Usai Laga Perdana, Pemain PSIS Mulai Latihan Di Semarang

Jelang Evaluasi TPN, Kemenkumham Jateng Terima Penguatan WBK/WBBM Dari Tim Penilai Internal