Hendi Minta Pabrik di Kota Semarang Patuhi Kebijakan PKM

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memantau beberapa tempat usaha dalam penerapan PKM di Kota Semarang, Senin (27/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) mulai diberlakukan di Kota Semarang, Senin (27/4/2020) ini. Selain melakukan pemantauan ke pos-pos penjagaan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Forkopimda Kota Semarang juga mengecek kesiapan pabrik dalam mentaati kebijakan PKM.

Salah satunya mengunjungi PT Phapros yang berada di Simongan dan PT Sandang Asia Maju Abadi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, potensi kerumunan massa satu di antaranya ada di pabrik, lantaran ada ribuan pekerja yang datang setiap hari untuk bekerja. Karena itu, dia meminta pemilik dan pengelola pabrik untuk bisa memaknai PKM dengan baik.

“Kami sudah mau mendengarkan aspirasi mereka supaya tidak pembatasan sosial bersekala besar (PSBB), jadi tolong mereka juga bisa mengawal Kota Semarang ini supaya buruh-buruh pabrik ini tidak menjadi media penyebaran Covid-19,” ujar Hendi.

Hendi meminta pabrik-pabrik untuk membatasi para pekerja dengan mengatur jam kerja dan melaksanakan SOP kesehatan, antara lain menjaga jarak, memakai masker, mengukur suhu tubuh, menyediakan hand santizer, atau tempat cuci tangan.

“Kami juga koordinasi dengan pengelola pabrik, intinya adalah mereka ini kan yang di pabrik 60 persen adalah warga luar Kota Semarang. Saya bilang, harus ada identitas yang jelas. Kalau tidak mereka nanti capek masuk lagi ke Kota Semarang ditanyain. Cukup nunjukkin identitas dari pabrik tempat mereka bekerja, maka harapannya temen-temen di pos pantau ini bisa memperbolehkan mereka masuk ke Kota Semarang,” paparnya.

Lebih lanjut, Hendi mengatakan, pada tahap awal ini, pihaknya masih melakukan upaya persuasif agar mereka bisa melaksanakan aturan PKM. Selanjutnya, tempat usaha yang tidak mengindahkan Perwal tentang PKM, akan mendapat teguran mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga pencabutan izin usaha mereka.

“Tapi itu adalah posisi paling akhir yang tidak akan kami lakukan sepanjang teman-teman ini pada saat pendekatan komunikasi pesuasif mereka mau mengikuti,” tegasnya.

Senin (27/4/2020), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama jajaran Forkopimda Kota Semarang juga memantau jalannya PKM di pos pantau Mangkang yang menjadi salah satu pintu masuk di Kota Semarang. Mereka ingin memastikan para petugas bisa melaksanakan sesuai peraturan wali kota (Perwal) 28 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PKM.

Pantauan di lapangan, petugas melakukan pemantauan kendaraan yang masuk ke Semarang. Mereka juga memberhentikan kendaraan yang berplat nomor luar Kota Semarang.

Apabila itu kendaraan pemudik, petugas langsung meminta untuk putar balik, sedangkan apabila pengendara memiliki aktivitas yang mendesak di Semarang akan diperbolehkan masuk dengan tetap melakukan pembatasan sesuai SOP kesehatan.

“Sekali lagi tolong dibedakan mudik dengan urusan di luar mudik. Sepanjang temen-temen dari Kendal, dari Tegal, punya urusan bekerja mereka tidak mudik, kami perbolehkan dengan pembatasan sosial distancing,” kata Hendrar Prihadi.

Petugas juga mengingatkan terkait pembatasan kapasitas kendaraan sebanyak 50 persen kepada pemakai mobil yang melintas di poa jaga.

Pengecekan suhu tubuh pengendara juga dilakukan. Jika suhu tubuh pengendara tinggi, tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang ada di setiap pos pantau akan langsung meminta pengendara untuk karantina.

Terkait pengawasan, petugas akan melakukan patroli rutin. Ada 48 tim patroli yang tidak hanya memantau jalanan saja, namun juga tempat-tempat usaha, pedagang kaki lima (PKL), dan pabrik-pabrik.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.