Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Hendi Ingin Punya Lapangan Sepak Bola Seperti di Manchester United

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat melaksanakan jalan sehat belum lama ini.

SEMARANG – Masyarakat diminta tak skeptis terkait rencana pembangunan lapangan Citarum Semarang menjadi lapangan sintetis. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (18/12). Menurutnya, dengan anggaran sebesar sekitar Rp 17 miliar, tentu tak hanya menggelar lapangan sintetis saja. Anggaran itu juga akan digunakan untuk pembenahan drainase, sehingga lapangan Citarum tak lagi banjir ketika hujan deras.

“Pertimbangan penggunaan rumput sintetis karena perawatan praktis. Jangan takut pembangunan ini menghilangkan sejarah panjang Citarum, karena stadion tetap di situ tapi akan kami garap lebih baik,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya sebenarnya ingin punya lapangan yang bagus kayak di Manchester United, Inggris. Namun hal itu perlu proses lama dan anggaran yang besar.

“Kalau mau bangun lapangan yang bagus, tentu harus membuat lapangan baru. Sebenarnya Semarang punya tanah di BSB yang bisa dibangun lapangan dengan kapasitas 50 ribu atau 60 ribu penonton. Tapi karena pemerintah provinsi punya stadion yang keren di Semarang, dana digunakan dulu untuk infrastruktur yang lain dulu. Nanti setelah semua tertata, baru kita bangun sport hall yang tak kalah dari GOR Jatidiri,” katanya.

Sebagai informasi, lapangan Citarum Semarang rencananya akan diganti dengan rumput sintetis. Stadion yang memiliki sejarah panjang dengan perkembangan persepak bolaan Kota Semarang ini, tahun 2019 rencananya bakal dipugar dengan anggaran sekitar Rp 17 miliar.

“Luas Lahan yang akan diganti rumput sintetis kurang lebih 9.000 M2. Rumput yang digunakan adalah pabrikan Jerman dan sudah lolos verifikasi FIFA,” kata Irwansyah, Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Senin (17/12).

Dijelaskan, alasan teknis pergantian rumput dari rumput hidup ke rumput sintetis karena di Stadion Citarum rumput kurang bisa tertata dengan baik. Alasannya karena di sana air bawah tanah yang digunakan untuk penyiraman merupakan air asin. Jadi rumput tak bisa tumbuh dengan baik sesuai harapan. Selain itu, Pemkot Semarang ingin agar Stadion Citarum lebih nyaman ketika digunakan untuk bermain sepak bola.

“Selain itu kami juga ingin membiasakan para pemain di Semarang dengan rumput sintetis, agar ketika ada laga yang menggunakan rumput sintetis dalam kjompetisi sepak bola, pemain tidak kaget. Apalagi perkembangan ke depan rumput sintetis menjadi pilihan dalam pembangunan lapangan,” katanya.(Halo Semarang)

bawah-berita-dprd-semarang