in

Hendi: Evaluasi Uji Coba Pembukaan Mal di Semarang, Semua Pengelola Patuhi Aturan

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat diwawancarai awak media.

 

HALO SEMARANG – Dari sebanyak enam pusat perbelanjaan atau mal di Kota Semarang yang mulai buka saat uji coba pembukaan mal dari tanggal 10 Agustus 2021 lalu, hasil evaluasi yang dilakukan semua pengelola mal sudah mematuhi aturan dalam PPKM level 4.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, rata-rata semua mal saat uji coba ini sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan instruksi pemerintah.

“Untuk uji coba pembukaan mal di Semarang sudah berjalan. Saya minta pihak Dinas Perdagangan untuk memantau semua mal. Seperti aturan dari segi jumlah kapasitas pengunjung yang tidak boleh melebihi 25 persen,” terang Hendi, sapaan akrabnya, Jumat (13/8/2021).

Hendi menambahkan, rata-rata semua mal juga sudah menerapkan aplikasi Peduli Lindungi yang diwajibkan untuk bisa masuk mal dari Kementerian Kesehatan.

“Yang mana, salah satu syaratnya pengunjung maupun karyawan mal sudah vaksin. Selain itu, diharapkan masyarakat tetap menerapkan prokes saat berada di dalam mal,” imbuhnya.

“Hasil pantauan kami dari Disdag bersama Disdag Provinsi Jawa Tengah di 6 mal tersebut secara umum telah memenuhi persyaratan. Namun ada beberapa mal masih sulit untuk melakukan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi. Dari pihak pengelola mal yang bersangkutan menyanggupi akan mempercepat proses penyediaan aplikasi tersebut agar berjalan lancar,” kata Plh Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Mujoko Raharjo, Jumat (13/8/2021).

Selain itu, pihaknya masih menemukan adanya permasalahan terkait karyawan atau penjaga di outlet mal yang belum vaksin. Sementara dalam aturan pengunjung atau karyawan mal yang belum vaksin tidak boleh masuk. Sehingga pengelola mal tersebut menggantikan dengan karyawan lain yang sudah vaksin.

“Kami harapkan pihak pengelola mal melakukan koordinasi dengan DKK. Terkait pemberian data karyawan mal yang belum vaksin, agar mendapatkan vaksin,” imbuhnya.

Karena stok vaksin di DKK juga saat ini menipis, diharapkan, nantinya di mal ada sentra vaksinnya. “Memang di beberapa titik sentra vaksin di Kota Semarang sempat tutup juga karena stok vaksin menipis. Paling tidak pengelola mal saat ini bisa melakukan pendataan karyawannya yang sudah dan yang belum vaksin,” sambungnya.

“Tak hanya terkait aturan itu, di dalam mal pengelola juga harus memberikan sosialisasi tentang prokes ke pengunjung mal secara rutin. Misalnya, menugaskan karyawannya atau security internal untuk melakukan patroli dan memberikan imbauan prokes melalui soundsystem di sekitar mal. Agar pengunjung tidak berkerumun atau berkumpul di satu titik saja,” ujarnya.

Harapannya, setelah masa uji coba pembukaan mal ini berhasil bisa terus dibuka normal kembali, tentunya dengan prokes yang ketat.

“Kalau kategorinya Kota Semarang turun menjadi level 3 dari yang sekarang di level 4, nantinya bisa syaratnya lebih ringan. Misalnya dari segi kapasitas mal diperbolehkan menjadi lebih banyak pengunjungnya. Dan jam operasionalnya diperpanjang, dari yang saat ini yaitu buka mulai pukul 10.00 – tutup pukul 20.00 WIB,” terangnya.

Public Relation Mal Ciputra Semarang, Aisa Jusmar menjelaskan, pihak management mematuhi aturan yang dibuat pemerintah. Yakni semua orang yang masuk mal termasuk karyawan tenant wajib sudah divaksin.

“Semua wajib menunjukkan sudah divaksin, entah itu karyawan ataupun pengunjung. Pengecekan dilakukan di pintu masuk mal,” katanya.

Dalam ketentuan pemerintah, aktivitas di dalam mal dibatasi 25 persen dari okupansi. Selain itu pengunjung ataupun pekerja juga harus sudah divaksin. Aturan lainnya adalah anak di bawah usia 12 tahun serta lebih dari 70 tahun tidak boleh masuk mal. Sementara untuk karyawan yang belum mendapatkan vaksinasi ataupun penyitas wajib menunjukkan hasil negatif swab antigen ataupun PCR.

“Untuk yang tidak bisa vaksin karena alasan kesehatan atau penyintas, harus bisa menunjukkan antigen 1×24 jam atau pcr 2×24 jam, dan hasil antigen atau PCR itu bisa diverifikasi secara digital lewat aplikasi pedulilindungi,” tambahnya.

Ia menjelaskan jika, klinik kesehatan tempat untuk PCR atau swab antigen adalah lab yang terkoneksi oleh Kementerian Kesehatan. “Tes juga harus dilakukan di lab klinik RS yg terkoneksi dengan Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.(HS)

Share This

Pemain PSIS Mulai Digembleng Taktik

Lapas Semarang Lakukan Simulasi Gangguan Keamanan Dan Ketertiban