Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Hendi Diprediksi Kembali Peroleh Rekomendasi PDIP, Posisi Wakil Masih Misteri

Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang, Kadarlusman.

 

HALO SEMARANG – Rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP terkait calon wali kota dan wakil wali kota yang bakal berkontestasi pada Pilwakot Semarang 2020, hingga saat ini belum turun.

Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, rekomendasi untuk calon kepala daerah dari PDIP biasanya turun mendekati masa pendaftaran.

Meski belum turun, dia menyebut petahana Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) berpeluang besar mendapatkan rekomendasi menjadi calon wali kota untuk pesta demokrasi 2020.

“Apalagi saat rakernas PDIP, Pak Hendi turut disebut oleh Ketua Umum PDIP Bu Mega, yang dianggap baik,” ujar Pilus, sapaan akrabnya, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, prestasi yang diraih petahana dalam membangun Kota Semarang tergolong baik. Pembangunan yang dilakukan cukup dirasakan masyarakat. Dari sisi partai, kemajuan dan perolehan suara beberapa kali pemilihan umum juga sesuai dengan harapan.
Di sisi lain, berkaitan dengan wakil yang bakal mendampingi petahana, Pilus belum dapat memprediksi. Ada dua bakal calon wakil wali kota Semarang yang mengikuti fit and proper test yang diadakan DPD PDIP Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

“Kalau wakil kami belum bisa memastikan rekomnya ke siapa,” ucapnya.

Pada Pilwakot, lanjut Pilus, PDIP berhasil mendapatkan perolehan suara partai sebanyak 48 persen dari tiga calon yang berkontestasi. Apabila petahana kembali maju, dia berharap suara partai bisa terkantongi hingga 70 persen.
“Kalau misal hanya satu calon dan beberapa partai serius berkoalisi, 70 persen insyaallah terkantongi. Target kami bisa tembus 80 persen,” katanya.

Apabila terjadi lawan kotak kosong, Pilus mengaku tidak menyiapkan strategi apapun. Dia yakin masyarakat bisa menilai dan merasakan keberhasilan pembangunan yang dilakukan selama hampir lima tahun berjalan.

“Kalau Pilkada di Makasar yang melawan kotak kosong beda perkara. Masyarakat tahu keberhasilan incumben, tiba-tiba incumben tidak bisa nyalon. Akhirnya masyarakat tidak memilih. Di Semarang, masyarakat dengan incumben luar biasa. Keberhasilan kota mereka merasakan sendiri,” ujarnya. (HS)

bawah-berita-dprd-semarang