in

Hendi: Angka Testing dan Tracing Kurang, Jadi Hambatan Kota Semarang Untuk Bisa Masuk Level 1

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan persnya terkait perpanjangan PPKM di lobi Kantor Wali Kota Semarang, Selasa (31/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Meski Kota Semarang menunjukkan trend makin baik dengan turunnya kategori saat perpanjangan PPKM ke level 2, namun masyarakat tetap diminta waspada. Menurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dari beberapa indikator sebenarnya Kota Semarang bisa masuk ke level 1. Hal ini karena angka testing dan tracing masih kurang banyak, sehingga belum bisa ke level 1.

Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat konferensi pers di lobi kantor Wali Kota Semarang, di komplek Balai Kota Semarang, Selasa (31/8/2021).

Dikatakan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, sebenarnya wilayah anglomerasi Semarang Raya bisa masuk ke level 1. Namun, karena angka testing dan tracing yang kurang, Kota Semarang hingga kini masih di level 2.

“Level 1 angka testingnya kurang dari 5 persen. Kita masih di angka 12 persen testing, melihat dari data ini jadi kita berada di level 2,” kata Hendi.

Hendi menambahkan, indikator lain sebenarnya sudah menunjukkan bahwa Kota Semarang masuk level 1. Misalnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 untuk level satu adalah 20/100 ribu. Menurutnya Kota Semarang posisinya sudah mencapai 8,7/100 ribu.

“Jadi sebenarnya kita masuk di level 1. Lalu, kasus positif yang dirawat di rumah sakit level satu, kurang dari 5/100 ribu, kita di angka 0,8/100 ribu. Dan jumlah kasus meninggal 1/100 ribu. Kita berada diangka 0,98/100 ribu. Hanya angka testing dan tracing saja yang kurang banyak, jadi masuk level 2,” sambungnya.

Penyebab, terkendalanya untuk melakukan testing dan tracing, lanjut Hendi, karena kurangnya tenaga testing dan tracing.

“Kemarin ada bantuan tenaga dari BNPB sebanyak 100 orang. Diharapkan bisa untuk mengejar target jumlah testing dan tracing,” ucapnya.

Dari target tracing sendiri, Kota Semarang tiap hari harus melakukan sebanyak 3.900 orang. Diharapkan masyarakat bisa pro aktif untuk terbuka memeriksakan diri jika ada keluarganya yang terpapar Covid-19. Hal itu agar segera diperiksa ke fasilitas kesehatan (faskes).

Meski demikian, Hendi mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Semarang telah menerapkan prokes. Dengan berkurangnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, membuat penanganan di Kota Semarang bisa dikatakan baik.

“Kondisinya makin baik, semoga pandemi segera berakhir, namun kita tetap harus berhati-hati dan tidak boleh lengah,” tambahnya.

Adapun untuk aktivitas ekonomi, PKL, mal, restoran dan pasar tradisional sudah berjalan kembali. Tentunya, dengan turunya Kota Semarang menjadi level 2 ini, kapasitas dan jam operasional lebih panjang dibandingkan sebelumnya yang masih di level 3.

“Saat ini mal dan PKL sudah bisa buka sampai pukul 21.00 WIB. Dan kapasitas pengunjung sudah boleh 50 persen. Begitu juga di sektor transportasi umum sudah boleh sebanyak 75 persen dari kapasitas,” pungkasnya.(HS)

Share This

Lantik Kaur dan Kadus, Kades Gempolsewu: Jalankan Tugas Sebaik-Baiknya

Jelang Laga Perdana PSIS, Imran Nahumarury Ingatkan Kekompakan Tim