in

Hebat, Alarm Kebakaran Hutan Buatan Mahasiswa USM Sabet Perunggu di Ajang Internasional

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang menyabet medali perunggu kategori Environment University di ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2021.

 

HALO SEMARANG – Sebuah prestasi membanggakan diraih mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) pada ajang internasional. Ricky Yakub berhasil menyabet medali perunggu dalam perlombaan World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2021.

Yakub meraih medali perunggu pada kategori Environment University dengan gagasan “Pembuatan Alarm Kebakaran Hutan”. Ia memaparkan, latar belakang idenya dipicu banyaknya kejadian kebakaran hutan di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan adanya alarm kebakaran hutan, harapannya deteksi dini atas peristiwa kebakaran dapat diketahui sehingga penanganannya bisa langsung dilakukan secara cepat dan tidak menimbulkan dampak yang luas,” ujar Yakub.

Ia menyebut, peristiwa kebakaran hutan di Indonesia berdampak pada 296.942 hektare lahan dan terjadi kebakaran hutan lebih dari 17 ribu di seluruh daerah Indonesia. Dampak kebakaran hutan tersebut, lanjutnya, tidak hanya merugikan lingkungan saja, melainkan juga bagi kesehatan manusia.

Metode kerja alarm kebakaran hutan, jelasnya, menggunakan GSM yang diklaim berhasil membuat detektor api.

“Nantinya data yang diperoleh melalui sensor ini dapat dikirim melalui SMS dan memudahkan untuk mengetahui peta kebakaran hutan yang terjadi,” jelasnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, Fajriannoor Fanani, SSos, MIKom mengatakan, adanya Kampus Merdeka menjadikan program studi dapat dengan leluasa mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan melakukan riset penciptaan karya di segala bidang.

“Tentunya di USM, kita arahkan untuk menghasilkan karya yang memang berguna bagi masyarakat dan mampu memberikan kontribusi dalam memecahkan masalah sosial, seperti yang dihasilkan Yakub dalam pembuatan alarm kebakaran hutan,” ujar Fajriannoor yang juga sebagai pembimbing penerapan inovasi dan kreatifitas mahasiswa.

Sebagai informasi, tahun ini WYIIA diikuti 450 team dari 35 negara, beberapa di antaranya yaitu dari Amerika Serikat, Saudi Arabia, Malaysia, Thailand, Turki, Azerbaijan, Korea.

Indonesia berkesempatan sebagai tuan rumah dengan peserta dari jenjang sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi. Melalui perlombaan ini diharapkan meningkatkan semangat generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya pada negara.(HS)

Share This

KN 3 Bengkel Pandai Besi Melegenda di Kota Semarang yang Nyaris Terlupakan

Polda Jateng Tangani 24 Kasus Dari Laporan Masyarakat Yang Terjerat Pinjaman Online