Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Hattrick Kekalahan di Kandang, Posisi Jafri Sastra Terancam?

Jafri Sastra

 

HALO SEMARANG – PSIS kembali menuai kekalahan di kandang sendiri setelah ditundukkan Persipura Jayapura 3-1 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Selasa (6/8/2019).
Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga secara berturut-turut di kandang, setelah mereka ditundukkan Persib 0-1 dan PS Tira Persikabo 0-2 di tempat yang sama. Kekalahan ini sekaligus menjadi kekalahan keempat PSIS di kandang mereka sendiri selama menjalani 12 laga di Liga 1 2019.

Banyak publik mempertanyakan rekor buruk ini, karena selain berdampak pada merosotnya posisi PSIS di klasemen, juga membuat mental bertanding para pemain menjadi turun.

Bahkan usai laga lawan Persipura, puluhan suporter harus turun ke lapangan untuk melakukan protes ke manajemen. Termasuk desakan untuk pergantian pelatih dan jajarannya.

Manajemen PSIS pun berjanji segera menentukan langkah setelah rangkaian hasil jeblok di Liga 1 2019. Rapat evaluasi dalam waktu dekat sudah diagendakan oleh manajemen.

“Memang berat empat kali kalah dalam laga kandang. Kami akan panggil semua, baik pelatih maupun pemain. Musim lalu jauh lebih sulit, tapi bisa melewatinya,” kata GM PSIS Semarang, Wahyoe “Liluk” Winarto, Selasa (6/8/2019).

Pria yang akrab disapa Liluk ini enggan menarik kesimpulan adanya pihak-pihak yang harus disalahkan atas keterpurukan tim.

“Tentunya akan kami putuskan dalam rapat evaluasi, artinya semua biar clear. Harus segera terpecahkan semua masalah ini. Kami juga tidak gegabah harus segera begini atau begitu. Formulanya harus tepat dan berhati-hati. Sekecil apa pun, spekulasi bisa muncul,” katanya.

Menanggapi aksi protes yang dilancarkan para suporter, Liluk sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Menurutnya, suara suporter menjadi cambuk bagi timnya untuk bisa berbenah dan terus melakukan evaluasi.

“Aksi suporter itu bukan sebuah tekanan yang anarkis, tapi wujud mereka mencintai tim ini agar lebih baik. Bahkan saya menghampiri mereka dan hanya butuh evaluasi. Kami menghargai tuntutan itu karena mereka masih peduli, sayang, dan tetap mendukung penuh skuad ini agar bangkit lagi,” jelas Liluk.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang