in

Hati-hati, Modus Penipuan Berkedok Membantu Transaksi ATM

Anggota Polsek Ngaliyan melakukan pemeriksaan di Indomaret Islamic Center, Kalipancur, Ngaliyan, Rabu (24/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Terjadi kasus penipuan dengan modus membantu melakukan transaksi anjungan di tunai mandiri (ATM) yang sedang eror di Kota Semarang. Kejadian ini terbaru menimpa Riyanto (74) warga Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang, baru-baru ini.

Korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 2,6 juta.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Christian Crisye Lolowang mengatakan, pihaknya sudah mengambil rekaman CCTV yang berada di salah satu minimarket tempat kejadian tersebut dan saat ini masih dilakukan penyelidikan.

“Modus ini sebenarnya sudah lama, namun kali ini menyasar korban orang tua,” katanya, Rabu (24/2/2021).

Kompol Christian menuturkan, kejadian tersebut terjadi di mesin ATM BCA di dalam Indomaret Islamic Center, Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (20/2/2021) sekira pukul 09.00 WIB.

“Korban datang ke mesin ATM tersebut untuk mengambil uang. Saat korban akan memasukan kartu ATM miliknya ke mesin pengambil uang, ternyata tidak bisa,” jelasnya.

“Kemudian datang seorang laki-laki yang tidak dikenal dengan menggunakan masker. Laki-laki itu menawarkan bantuan, kemudian kartu ATM korban diminta terduga pelaku untuk dimasukkan ke mesin dan korban diminta untuk memasukan PIN. Selepas itu di layar mesin mesin ATM muncul peringatan eror kode. Terduga pelaku mengatakan ke korban bahwa mesin ATM rusak, sehingga kartu tertelan tak bisa diambil,” lanjutnya.

Setelah itu, selang tiga hari, tepatnya Senin (22/2/2021), korban datang ke kantor BCA Gatot Subroto untuk mengambil uang sekaligus melaporkan kejadian ATM yang tertelan tersebut.

Ternyata selepas dicek pihak bank, uang korban sudah habis. Pihak bank juga memeriksa terhadap rekening korban ternyata telah terjadi penarikan sebesar Rp 2,6 juta di mesin ATM SPBU Kalipancur.

Korban merasa tidak melakukan penarikan tersebut sehingga melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngaliyan.

“Kami sudah menerjunkan anggota untuk menyelidiki kasus ini. Beberapa barang bukti sudah kami kumpulkan untuk proses pengungkapkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolsek mengimbau, kepada warga untuk terus waspada mengingat sebenarnya motif ini merupakan modus lama tapi banyak masyarakat yang masih jadi korban penipuan jenis ini.

Dia mengimbau, apabila hendak mengambil uang di ATM hendaknya melihat situasi sekeliling.

Apabila ada kejanggalan seperti tertelan atau tak bisa digunakan, lebih baik melaporkan orang yang dapat dipercaya seperti satpam bank atau karyawan minimarket tempat mesin ATM berada.

Hal terpenting lainnya, kata dia, jangan sampai memberikan nomor PIN ke pihak manapun.

“Kalau ada yang menawarkan bantuan mending tidak usah, langsung lapor bank saja,” tandas dia.(HS)

Share This

UPGRIS Terima 657,7 Juta Pendanaan Pengabdian Masyarakat dan Tematik

Yoyok Sukawi Dorong Vaksinasi Guru Dipercepat