in

Hati-hati Kalau Ingin Beli Rumah, Polisi Baru Saja Tangkap Pengembang Bodong

Pelaku penipuan pengembang property atau perumahan di Pedurungan yang berhasil ditangkap polisi.

 

HALO SEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap pengembang property atau perumahan, karena diduga telah melakukan penipuan kepada puluhan konsumenya.

Pelaku bernama Slamet Riyadi (36) warga Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, sekaligus sebagai Direktur PT Madinah Alam Persada.

Pelaku ditangkap karena diduga melakukan penipuan dalam bentuk pengembangan perumahan melalui perusahaannya. Perusahan ini menawarkan perumahan berlokasi di Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan kepada korbannya lewat pengiklanan di sosial media.

“Menawarkan lewat media sosial, diposting di Facebook di iklankan gitu. Dan juga lewat marketing internal serta eksternal,” kata pelaku kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (9/6/2021).

Wakapolrestabes Semarang, AKBP IGA Dwi Perbawa mengatakan, penangkapan ini dilakukan atas adanya laporan dugaan penipuan dari tiga warga, Soty Kanwilyanti (Pedurungan), Lidya Sri Lestari (Tembalang), dan Widia Arip Soejitno (Sukoharjo).

Ketiga korban, atas dugaan penipuan ini mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 75 juta sampai Rp 160 juta.

“Kemudian dari pengembangan, ada 40 korban lainya dengan total kerugian mencapai Rp 4 miliar,” bebernya.

IGA menjelaskan, modus pelaku adalah menjual rumah di kawasan perumahan. Padahal pelaku belum menyelesaikan status hak atas tanah yang dikembangkan kepada pemilik tanah.

“Dalam kurun waktu tertentu dia menjanjikan kepada calon konsumennya, bahwa di tanah ini akan dibangun rumah sesuai permintaan korban. Ternyata tidak ada pembangunan rumah, karena yang punya tanah belum merasa memperoleh pelunasan pembayaran atas tanah yang dijual. Maka tidak boleh didirikan rumah,” pungkasnya.

Atas kejadian ini pelaku dikenakan pasal 154 UU RI Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara serta KUHP pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Sementara pelaku dan barang bukti berupa surat dokumen, kwitansi sebagai tanda bukti pembayaran dari korban sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut.(HS)

Share This

Dengan Berbekal Obeng, Pencuri Ini Sudah Lima Kali Bobol Rumah Warga

Pemkot Terima Bantuan CSR, 203 baju Hazmat dari PT  ACE Hardware