in

Hasil Swab Bisa Jadi Bahan Manajemen Atur Jam Kerja

 

HALO PATI – Adanya karyawan yang diketahui positif Covid-19 setelah mengikuti swab antigen atau PCR, bukan merupakan sesuatu yang tabu bagi perusahaan. Sebaliknya, hal itu bisa menjadi dasar bagi manajemen, untuk kembali mengatur jam kerja dan produksi.

Hal itu dikemukakan Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafa’at SIK, ketika bersama Bupati Pati Haryanto, Sekda Pati dan Dandim 0718/Pati, mengecek tempat isolasi mandiri Covid-19 di pabrik PT Dua Kelinci, Selasa (22/06).

Kapolres Pati melalui Kasubbag Humas Iptu Sukarno, mengatakan bahwa tujuan kedatangan Forkopimda ini guna memastikan bahwa karyawan yang bekerja benar – benar aman dan terlindungi.

Menurutnya, apabila dilakukan rapid antigen, ataupun tes swab PCR kepada karyawan dan timbul hasil positif, bukanlah hal yang tabu. Melainkan hal tersebut merupakan langkah yang baik dalam melakukan tracing.

“Karena jumlah karyawannya banyak, apabila sudah diketahui mana-mana yang positif, bisa segera dilokalisasi. Dengan demikian, bisa diambil pemahaman dan langkah agar karyawan bekerja dengan sift,” kata dia, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Tempat karantina baru yang memanfaatkan bangunan sekolah dasar (SD) tersebut, berada di empat desa di wilayah Kecamatan Margorejo, yakni Jambean Kidul, Bumirejo, Sokokulon, dan Pegandan.

Desa-desa tersebut merupakan wilayah tempat tinggal sejumlah karyawan Dua Kelinci yang positif Covid-19.

Bupati Pati Haryanto menyebutkan di empat desa disediakan tempat isolasi terpusat. untuk memastikan bahwa munculnya klaster Covid-19 di Dua Kelinci tertangani dengan baik.

Pihaknya menyebut, penyediaan tempat karantina tambahan tersebut merupakan langkah penanganan dari pemerintah desa bersama pihak perusahaan.

“Kami ucapkan terima kasih atas langkah pihak desa dan perusahaan. Jadi tempatnya di desa dan sarprasnya (antara lain kasur dan bantal) disediakan oleh perusahaan,” ujar dia.

Haryanto berharap, para karyawan Dua Kelinci yang tengah menjalani karantina bisa segera sembuh dan bisa segera kembali beraktivitas secara normal.

“Sebagian sudah selesai dan dinyatakan sembuh. Adapun yang lainnya, kalau kita hitung pelaksanaan swab sejak awal Juni, pekan depan sudah banyak yang selesai (isolasi). Semuanya di wilayah Margorejo sama-sama membantu, agar penanganan klaster Dua Kelinci bisa terselesaikan,” tegasnya. (HS-08)

Share This

Sembuh, Seluruh Pasien Covid-19 dari Kudus Dipulangkan

PPKM Ditegakkan, 7 Orang Dapat Sanksi Fisik, 6 Teguran Lisan, dan 1 Didenda